Rendahnya tingkat literasi keuangan dan adaptasi terhadap teknologi digital masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat pedesaan dalam mengelola akses kredit secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi digital terhadap efisiensi pengelolaan kredit pada masyarakat pedesaan di era ekonomi digital. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SmartPLS). Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah kredit mikro di PT BRI Unit Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan jumlah sampel sebanyak 75 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan observasi lapangan untuk memperoleh informasi terkait tingkat literasi keuangan, pemanfaatan teknologi digital (seperti BRImo dan layanan QRIS), serta efisiensi dalam pengelolaan kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi pengelolaan kredit, sedangkan pemanfaatan teknologi digital juga berpengaruh positif dalam mempercepat proses administrasi, pelaporan, dan pembayaran kredit. Secara simultan, kedua variabel tersebut berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di daerah pedesaan.
Copyrights © 2025