Sektor manufaktur Indonesia menghadapi dua tantangan utama di era Industri 4.0 yaitu tuntutan produktivitas yang tinggi dan peningkatan risiko psikososial, seperti kelelahan (burnout) dan penurunan keterlibatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literatur empiris terkini mengenai peran gaya kepemimpinan dalam membangun keamanan psikologis sebagai mekanisme mediasi kunci untuk kesejahteraan karyawan. Menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, penelitian ini meninjau 30 studi terpilih dari periode 2015–2025. Temuan menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, inklusif, dan welas asih berfungsi sebagai sumber daya pekerjaan yang vital dalam kerangka Job Demands-Resources (JD-R), secara efektif mengurangi stres kerja. Sebaliknya, gaya kepemimpinan otoriter secara positif terkait dengan keheningan karyawan. Penelitian ini menegaskan bahwa keamanan psikologis bukan sekadar variabel iklim, melainkan mediator kritis yang memfasilitasi suara keamanan dan inovasi, terutama dalam budaya dengan jarak kekuasaan tinggi. Implikasi manajerial menekankan perlunya intervensi kepemimpinan yang memprioritaskan Iklim Keamanan Psikososial (PSC) untuk memastikan keberlanjutan kinerja industri.
Copyrights © 2025