Pelayanan publik di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keluhan masyarakat terhadap sikap pegawai yang kurang ramah. Pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil khususnya di bagian pelayanan, dituntut untuk tetap bersikap ramah dan profesional meskipun menghadapi target kerja dan beragam dinamika masyarakat. Kondisi ini menuntut kemampuan dalam mengelola emosi (emotional labor) yang memiliki keterkaitan dengan psychological well-being pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara emotional labor dengan psychological well-being pada pegawai bagian pelayanan di Disdukcapil wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan 70 responden. Instrumen yang digunakan yaitu skala emotional labor berdasarkan teori Hochschild (2003) dan skala psychological well-being berdasarkan teori Ryff (1989). Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara emotional labor dengan psychological well-being (r = 0,536, p = 0,000). Artinya, semakin tinggi kemampuan pegawai dalam mengelola emosinya selama bekerja, maka semakin tinggi pula tingkat psychological well-being yang dirasakan oleh pegawai tersebut.
Copyrights © 2025