Mahasiswa berada pada tahap perkembangan dewasa awal yang sarat akan tuntutan seperti menentukan arah karier, membangun kehidupan mandiri, hingga merancang masa depan. Tuntutan tersebut kerap menimbulkan tekanan psikologis yang dikenal sebagai quarter life crisis (QLC), ditandai dengan kecemasan, kebingungan arah hidup, serta rendahnya penilaian terhadap diri. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menurunkan risiko quarter life crisis (QLC) adalah orientasi masa depan, yaitu kemampuan individu dalam merencanakan dan mempersiapkan masa depannya secara terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara orientasi masa depan dan quarter life crisis pada mahasiswa di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian merupakan mahasiswa dari beberapa universitas di Pontianak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala orientasi masa depan dan skala quarter life crisis. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment.Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara orientasi masa depan dan quarter life crisis (r = -0,919; p 0,05). Artinya, semakin tinggi orientasi masa depan seseorang, maka semakin rendah kecenderungannya mengalami krisis seperempat abad. Orientasi masa depan memberikan kontribusi sebesar 84,4% terhadap variasi quarter life crisis, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menunjukkan pentingnya memperkuat orientasi masa depan dalam upaya pencegahan quarter life crisis pada mahasiswa.
Copyrights © 2025