Pengangguran di Kota Palembang masih menjadi permasalahan struktural, terutama di kalangan lulusan SMA/SMK dan angkatan kerja muda, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 6,98% pada tahun 2024. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri, keterbatasan lapangan kerja formal, serta belum optimalnya implementasi kebijakan ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi ketenagakerjaan dan merumuskan alternatif kebijakan yang efektif dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja menuju tahun 2026. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan analisis kualitatif dan kuantitatif, serta evaluasi kebijakan berdasarkan kriteria Patton dan Sawicki, meliputi efektivitas, efisiensi, ekuitas, kelayakan politik, dan kelayakan administratif. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif Magang Bergaji dan Penempatan Permanen serta Palembang Startup dan UMKM Accelerator sama-sama layak diterapkan, namun memiliki orientasi dampak yang berbeda. magang Alternatif lebih tepat sebagai kebijakan jangka pendek, sementara penguatan UMKM dan startup berperan sebagai strategi jangka panjang dalam menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.
Copyrights © 2026