Abstract. This research is motivated by the need for alternative aggregate materials to replace tuff in the cemented paste backfill (CPB) mixture used in the underground mining operations of PT Nusa Halmahera Minerals, due to limited tuff availability. The study aims to analyze the mechanical characteristics of CPB using pure waste material and a waste-tuff mixture under varying cement contents and curing times. A quantitative experimental method was employed, with CPB specimens composed of Portland Type I cement, waste aggregate, and reclaimed water. Test samples were prepared with cement proportions ranging from 12.57% to 24.05%, and tested on curing days 3, 7, and 14. The specimens underwent uniaxial compressive strength (UCS) and indirect tensile strength (Brazilian test). Data analysis utilized non-linear regression and correlation modeling. Results revealed that CPB made with pure waste exhibited higher compressive and tensile strength than CPB mixed with tuff, attributed to the more reactive physical and mineralogical properties of waste. The addition of tuff tended to reduce strength but may be considered a cost-effective alternative at lower cement ratios. Overall, CPB strength increased with higher cement content and longer curing time. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan alternatif agregat pengganti tuff dalam campuran cemented paste backfill (CPB) di tambang bawah tanah PT Nusa Halmahera Minerals, seiring dengan keterbatasan ketersediaan tuff. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik mekanik CPB menggunakan material waste murni dan campuran waste-tuff pada berbagai variasi kadar semen dan waktu pengeringan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimental, dengan objek berupa CPB yang dibuat dari semen Portland Tipe I, agregat waste, dan air reklamasi. Sampel uji dibuat dengan variasi kadar semen 12,57% hingga 24,05%, dan diuji pada hari ke-3, 7, dan 14. Pengujian dilakukan terhadap kuat tekan (UCS) dan kuat tarik tidak langsung (KTTL). Data dianalisis menggunakan regresi non-linear dan model korelasi. Hasil menunjukkan bahwa CPB berbasis waste murni memiliki kekuatan tekan dan tarik yang lebih tinggi dibandingkan campuran dengan tuff, disebabkan oleh sifat fisik dan mineralogi waste yang lebih reaktif. Penambahan tuff cenderung menurunkan kekuatan, tetapi pada komposisi rendah dapat menjadi alternatif ekonomis. Kekuatan CPB meningkat seiring waktu pengeringan dan kadar semen.
Copyrights © 2025