Abstrak. Siswa SD Negeri Kinandang di Kabupaten Magetan sering mengalami kesulitan dalam memahami materi Matematika, terutama pada konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Masalah utama yang dihadapi adalah kebingungan dalam membedakan kedua konsep tersebut, sehingga banyak siswa melakukan kesalahan dalam penerapannya. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan Pengabdian kepada Masyarakat dengan mengusulkan penggunaan permainan tradisional congklak sebagai media pembelajaran inovatif. Congklak dipilih karena sifatnya yang interaktif dan menyenangkan, sehingga diharapkan dapat mempermudah pemahaman siswa terhadap KPK dan FPB. Selain itu, pendekatan ini juga bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal. Keberlanjutan inovasi ini terletak pada potensi pemanfaatannya oleh guru sebagai alat bantu ajar, sekaligus mendorong pengembangan metode pembelajaran kreatif lainnya. Hasil dari Pk Mini adalah adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal terkait KPK dan FPB secara lebih cepat dan akurat berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pemahaman matematika, tetapi juga turut menjaga warisan budaya melalui integrasi permainan tradisional dalam pendidikan. Kata Kunci: Congklak, FPB, KPK.
Copyrights © 2025