Ketiadaan fasilitas kerja yang ergonomis dan mendukung produktivitas dihotel bintang empat menjadi hambatan bagi tamu bisnis yang seringkalimembutuhkan ruang kerja selama menginap. Berdasarkan kondisi tersebut,perancangan ini difokuskan pada pengembangan interior hotel yangmengakomodasi aktivitas kerja dalam konteks MICE, khususnya pada aspek meeting,dengan pendekatan berbasis aktivitas. Metode yang digunakan meliputi studiliteratur, observasi lapangan, analisis preseden, serta identifikasi kebutuhanpengguna. Gaya klasik kontemporer diterapkan untuk membentuk suasana ruangyang profesional namun tetap hangat dan nyaman. Hasil perancangan menghasilkanruang-ruang kerja seperti executive lounge, coworking area, dan ruang diskusi yangditata untuk mendukung fleksibilitas, kenyamanan, serta pengalaman kerja yangrepresentatif di dalam hotel. Perancangan ini bertujuan untuk mengintegrasikanfungsi kerja ke dalam fasilitas hotel secara menyeluruh, melalui desain ruang yangadaptif terhadap kebutuhan pengguna, ergonomis, dan selaras secara visual. Desainini diharapkan menjadi alternatif hotel bintang empat yang mampu menjawabtuntutan kerja masa kini secara fungsional maupun estetis.Kata Kunci: interior, hotel bintang empat, aktivitas bisnis
Copyrights © 2025