Perkembangan zaman yang semakin maju khususnya daerah perkotaanmembuat minat pengunjung pergi ke perpustakaan yang tinggi karena banyakaktivitas di dalamnya yang dapat dilakukan. Perpustakaan tidak lagi sekedar tempatmembaca buku, namun sekarang sudah memiliki fasilitas dan daya tarik tersendiri.Namun, dengan banyaknya buku yang tersedia, sirkulasi ruang pada perancangan initidak lagi menjadi optimal dan membuat pengunjung kekurangan fasilitas duduk,tempat untuk berdiskusi, maupun tempat untuk berkolaborasi. Perancangan inibertujuan untuk menerapkan prinsip ergonomi ruang dalam redesain interior lantai21 dan 22 area layanan monograf terbuka Perpustakaan Nasional RepublikIndonesia. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pengumpulan datamelalui observasi, wawancara, studi literatur dan studi banding di beberapaperpustakaan yang sejenis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ergonomiperpustakaan secara teknis akan memberikan pembaharuan positif terhadaplingkungan perpustakaan, baik sistem dan fasilitasnya, terutama bagi penggunanya.Komponen interior seperti sirkulasi gerak, organisasi ruang, pencahayaan,pencegahan kebisingan, kapasitas, dan pemilihan furnitur yang multifungsi sertaergonomis dapat mempengaruhi kenyamanan penggunanya melalui konsep yangdisesuaikan dengan kebutuhan ruang tersebut.Kata kunci : interior, ergonomi, perpustakaan nasional, monograf
Copyrights © 2025