Gangguan jiwa masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kekambuhan yang tinggi, terutama akibat keterbatasan pengetahuan keluarga, akses layanan kesehatan, dan stigma sosial. Pemulihan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak hanya ditentukan oleh terapi medis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh peran serta keluarga sebagai pendukung utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dalam pemulihan ODGJ pasca perawatan dari Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru di wilayah kerja UPT Puskesmas Gajah Mada Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan empat informan yang terdiri dari keluarga pasien, dokter, dan perawat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memberikan dukungan emosional, instrumental, informatif, dan evaluatif dalam pemulihan ODGJ melalui pengawasan minum obat, pendampingan ke fasilitas kesehatan, dan komunikasi positif dengan pasien. Namun, ditemukan kendala berupa keterbatasan pengetahuan keluarga, masalah ekonomi, akses layanan kesehatan yang jauh, serta stigma sosial. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan edukasi kesehatan jiwa bagi keluarga, dukungan kebijakan untuk ketersediaan obat, serta penguatan peran puskesmas dalam pemantauan pasien agar risiko kekambuhan dapat ditekan. Kata kunci: peran keluarga, ODGJ, pemulihan, dukungan sosial,
Copyrights © 2025