Ade Fitri, Jufenti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Efliani, Destria; Redho, Ahmad; Ade Fitri, Jufenti; Lestari, Winda
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 13 No 2 (2024): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v13i2.2816

Abstract

Salah satu penyakit yang mengganggu sistem adalah hipertensi. Tidak ada obat untuk penyakit ini. Satu-satunya cara untuk mengendalikannya dan menjaga kestabilannya adalah melalui pengobatan dan perawatan yang diberikan oleh profesional dan perawatan secara mandiri. Pengobatan penderita hipertensi termasuk penggunaan obat-obatan dan metode nonfarmakologis, seperti rendam kaki air hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana terapi rendam kaki air hangat berdampak pada penurunan tekanan darah pada orang lanjut usia yang menderita hipertensi di UPT PSTW Khusnul Khotimah dari Dinas Sosial Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan desain preexperimental yang dirancang untuk satu kelompok pretest-posttest. Dalam penelitian ini, teknik total sampling digunakan, dan sampelnya terdiri dari 30 orang. Terapi rendam kaki air hangat dilakukan selama 6 hari dan lama waktu yang dibutuhkan selama terapi adalah 10-15 menit. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik sebelum terapi rendam kaki air hangat adalah 152.50 mmHg dan tekanan darah diastolik adalah 100 mmHg. Sebaliknya, tekanan darah sistolik setelah terapi rendam kaki air hangat adalah 130 mmHg dan tekanan darah diastolik setelah terapi adalah 80 mmHg, dengan p-value sebelum dilakukan rendam kaki 0,000 dan setelah dilakukan rendam kaki 0.000. Diharapkan UPT PSTW Khusnul Khotimah dari Dinas Sosial Provinsi Riau dapat menggunakan rendam kaki air hangat sebagai metode alternatif untuk menurunkan tekanan darah pada orang tua yang menderita hipertensi. 
Peran Serta Keluarga Dalam Pemulihan ODGJ Pasca Perawatan Dari Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru Wilayah Kerja Upt Puskesmas Gajah Mada Kabupaten Indragiri Hilir Subhiana, Selli; Hasrianto, Nofri; Yenita, Riski Novera; Ade Fitri, Jufenti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v3i2.42

Abstract

Gangguan jiwa masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kekambuhan yang tinggi, terutama akibat keterbatasan pengetahuan keluarga, akses layanan kesehatan, dan stigma sosial. Pemulihan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak hanya ditentukan oleh terapi medis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh peran serta keluarga sebagai pendukung utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dalam pemulihan ODGJ pasca perawatan dari Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru di wilayah kerja UPT Puskesmas Gajah Mada Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan empat informan yang terdiri dari keluarga pasien, dokter, dan perawat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memberikan dukungan emosional, instrumental, informatif, dan evaluatif dalam pemulihan ODGJ melalui pengawasan minum obat, pendampingan ke fasilitas kesehatan, dan komunikasi positif dengan pasien. Namun, ditemukan kendala berupa keterbatasan pengetahuan keluarga, masalah ekonomi, akses layanan kesehatan yang jauh, serta stigma sosial. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan edukasi kesehatan jiwa bagi keluarga, dukungan kebijakan untuk ketersediaan obat, serta penguatan peran puskesmas dalam pemantauan pasien agar risiko kekambuhan dapat ditekan. Kata kunci: peran keluarga, ODGJ, pemulihan, dukungan sosial,