cover
Contact Name
-
Contact Email
Lppm.akbidsuryamandiribima@gmail.com
Phone
+6285242804422
Journal Mail Official
Lppm.akbidsuryamandiribima@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gajahmada No.19 Penatoi Mpunda Kota Bima NTB
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan
ISSN : 00000000     EISSN : 30479789     DOI : https://doi.org/10.70683
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan published with ISSN 3047-9789 (online) by Akbid Surya Mandiri Bima. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan published 2 times a year in July and December. Contains writings raised from research results in the field of midwifery and health (Public Health, Health Management, Mental Health, Child Health, Family Health, Midwifery and Health Education, Complementary Therapy, Maternal and Child Health, Pregnancy, Labour, Birth & Postpartum, Fetal Medicine, Newborn, Baby & Child, Breastfeeding, Maternity Care and sociological aspects of pregnancy and childbirth, Adolescence, Family Planning, Reproduction Health, Climacterium, Midwifery Community, Education in Midwifery, Complementary Therapy in Midwifery, Holistic Care in Midwifery). Every article that goes to the editorial staff will be selected through Initial Review processes by Editorial Board. Then, the articles will be sent to peer reviewers and will go to the next selection by Blind Review Process. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. For each manuscript, peer reviewers will rate the substantial and technical aspects, peer reviewers who collaborate with Jurnal Kebidanan dan Kesehatan.
Articles 30 Documents
Gambaran Kecemasan Ibu Hamil TM III Dalam Menghadapi Persalinan Di Masa Pandemi COVID-19 Di Wilayah Puskesmas Mpunda Kota Bima Tahun 2022 Rahmawati, Lilis; Qamarya, Nurul; R.A, Dian Mariza
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i1.2

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi emosi atau pengalaman subyektif individu terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya yang memungkinkan individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman seperti virus corona.Virus corona ini umunya menyerang banyak kalangan salah satunya adalah ibu hamil. Gejala umum yang menandakan orang terinfeksi virus corona yaitu demam, batuk kering, sesak napas. Kondisi tersebut dapat menjadikan permasalahan secara psikologis bagi ibu hamil, yang dapat menimbulkan kecemasan. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah mengambarakan kecemasan ibu hamil TM III dalam menghadapi proses persalinan di masa pandemi COVID-19 di Wilayah kerja Puskesmas Mpunda Kota Bima Tahun 2022. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 responden dengan tekhnik sampling total sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer yaitu pernyataan ibu hamil dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder menggunakan rekam medis ibu hamil. Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu kecemasan ibu hamil TM III dalam menghadapi persalinan dimasa pandemi COVID-19. Hasil Penelitian: Gambaran kecemasan ibu hamil TM III dalam menghadapi proses persalinan di masa pandemi COVID-19 di Wilayah kerja Puskesmas Mpunda Kota Bima Tahun 2022 dalam kategori kecemasan ringan sebanyak 13 responden (26%), kecemasan sedang sebanyak 37 responden (74%), dan kecemasan berat (0%). Kesimpulan : sebagian besar ibu hamil TM III mengalami kecemasansedang sebesar 37 responden (74%).
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Resiko Kehamilan Pada Remaja Putri Di Sman 1 Wera Tahun 2022 Sabillah, Nira; Qamarya, Nurul; Purnama, Yati
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i1.3

Abstract

Kehamilan remaja adalah kehamilan pada usia antara 14-19 tahun. Kehamilan remaja mempunyai resiko medis lebih tinggi disebabkan belum matangnya alat reproduksi untuk hamil, sehingga merugikan kesehatan ibu maupun janin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang resiko kehamilan pada remaja putri di SMA N 1 WERA.Penelitian ini menggunakan design deskriptif. Sampel yang diambil sebanyak 63 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil uji statistik univariat sebanyak 37 responden (58,7%) baik dan responden yang berpengetahuan cukup sebesar 26 responden (41,3%), dan tidak ada yang berpengetahuan kurang. saran dari penelitian ini diharapkan untuk lebih banyak menambah pengetahuan atau wawasan yaitu dengan menanyakan pada sumber-sumber yang dapat dipercaya seperti tenaga kesehatan, guru, atau membaca buku-buku tentang kesehatan reproduksi agar mengetahui resiko kehamilan remaja dan bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan mutu pelayanan dengan memberikan penyuluhan dan pendekatan kepada remaja putrid tentang resiko kehamilan di usia remaja guna mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat kehamilan di usia remaja
Gambaran Pengetahuan Ibu Menyusui Usia 0-6 Bulan Tentang Metode Amenorea Laktasi Sebagai Kontrasepsi Alami Di Puskesmas Mpunda Tahun 2022 Naningsih, Nur; R.A, Dian Mariza; Sulami, Neti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i1.5

Abstract

Dalam mewujudkan visi dan misi keluarga berencana nasional diperlukan upaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga. Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa pada wanita dengan usia 15-49 tahun yang menggunakan KB sebesar 59,7% dan yang tidak menggunakan KB sebesar 40,2%. Tujuan Penelitian : Untuk Mengetahui Tingkat Gambaran Pengetahuan Ibu Menyusui Usia 0-6 Bulan Tentang Metode Amenorea Laktasi (MAL) Sebagai Kontrasepsi Alami di Puskesmas Mpunda Tahun 2022. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi sebanyak 196 orang. Sampel sebanyak 66 orang. Teknik sampling menggunakkan Purposive sampling. Hasil Penelitian : Karakteristik ibu menyusui usia 0-6 bulan berdasarkan umur sebagian besar pada kategori usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 73%, berdasarkan pendidikan pada kategori pendidikan menengah yaitu sebesar 62%, berdasarkan pekerjaan pada kategori tidak bekerja sebesar 53% dan pengetahuan ibu menyusui usia 0-6 bulan tentang MAL yaitu pada kategori pengetahuan baik sebesar 77%. Kesimpulan : Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa sebagian besar ibu menyusui usia 0-6 bulan memiliki pengetahuan yang baik sebesar 77%. Saran : Bisa menjadi bahan masukan bagi Puskesmas Mpunda dalam menjalankan program yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan ibu dan anak khususnya dalam program kontrasepsi.
Gambaran Kejadian Preeklampsia Dalam Kehamilan Di Rumah Sakit Umum Daerah Bima Sabila, Putri Ellany; R.A, Dian Mariza; Hayati, Zahratul
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i1.7

Abstract

Preeklampsia merupakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian khusus karena preeklampsia adalah penyebab kematian ibu perinatal yang tinggi di negeri berkembang. Penelitian ini dilakukan di RSUD Bima yang berrtujuan untuk mengetahui Gambaran angka kejadian preeklampsia dalam kehamilan di RSUD Bima periode Januari-Desember Tahun 2020 Berdasarkan karakteristik umur ibu dan, graviditas. Metode penelitian Yang digunakan adalah penelitian Deskriptif dan pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu sebanyak 412 sampel. Data yang diambil menggunakan Cheklist. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam umur ibu 20-35 tahun terdapat sebanyaknya 241 orang (58,5%) sedangkan umur ibu <20 tahun 24 orang (5,8%). Penderita preeklampsia lebih banyak ditemukan pada multigravida sebanyak 128 orang (31,1%) sedangkan pada Grandemultigravida sebanyak 31 orang (7,5%). Diharapkan para tenaga kesehatan memberikan penyuluhan tentang pemeriksaan antenatal secara teratur supaya dapat menemukan tanda-tanda preeklampsia agar kasus preeklampsia dapat tertangani dengan baik.
Gambaran Teknik Menyusui Pada Ibu Nifas Di RSUD Bima Tahun 2022 Serlita, Serlita; Faturahma, Erni; Qamarya, Nurul
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i1.10

Abstract

Menurut WHO (2009) terdapat 35,6% ibu gagal menyusui bayinya dan 20 diantaranya adalah ibu-ibu negara berkembang, sementara itu berdasarkan data dari riset kesehatan dasar (riskesdas) tahun 2010 dijelaskan bahwa 67,5% ibu gagal memberikan ASI esklusif kepada bayinya adalah kurangnya pemahaman ibu tentang teknik menyusui yang benar, sehingga menderita puting susu lecet dan retak. Berdasarkan data yang di peroleh dari ruang nifas RSUD BIMA pada Juli-Desember 2021 jumlah ibu nifas yang di rawat gabung dengan bayinya sejumlah 599 orang dan pada bulan mei tahun 2022 dari tanggal 1-25 sejumlah 106 orang. Dengan adanya data tersebut peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian tentang Gambaran Teknik Menyusui Pada Ibu Nifas di RSUD Bima Tahun 2022. Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi Gambaran Teknik Menyusui Pada Ibu Nifas di RSUD Bima Tahun 2022. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Popolasi adalah ibu nifas yang dirawat gabung dengan bayinya sebanyak 106 orang. Sampel sebanyak 51 orang. Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Hasil Penelitian : Hasil penelitian gambaran teknik menyusui pada ibu nifas di RSUD Bima Tahun 2022, Karakteristik responden berdasarkan umur dengan responden terbanyak berada pada kelompok dengan rentang umur 20-35 Tahun yaitu sebanyak 39 responden (76%). Sedangkan berdasarkan paritas kelompok paritas dengan responden terbanyak berada pada multipara yaitu sebanyak 35 responden (69%). Berdasarkan teknik menyusui, kelompok teknik menyusui terbanyak berada pada kategori kurang yaitu sebanyak 24 responden (47%). Kesimpulan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, Distribusi berdasarkan umur dan paritas ibu nifas di RSUD Bima tahun 2022 yaitu umur terbanyak pada kategori 20-35 tahun, Paritas terbanyak pada kategori ibu dengan multipara dan distribusi berdasarkan teknik menyusui pada ibu nifas di RSUD Bima tahun 2022 yaitu terbanyak pada kategori kurang. Saran : Diharapkan bagi petugas kesehatan khususnya bidan untuk meningkatkan penatalaksanaan tehadap teknik menyusui yang benar.
Gambaran Pengetahuan Ibu Bayi Tentang Pemberian Makanan Pendamping Pada Bayi Usia 6-24 Bulan Di Posyandu Sambinae Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda Tahun 2022 Amellya, Sita; Hayati, Zahratul; Faturahmah, Erni
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i1.11

Abstract

Usia 6-24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, sehingga dapat diistilahkan sebagai periode emas sekaligus kritis. Pada bayi dan anak, kurang gizi akan menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang apabila tidak diatasi secara dini akan berlanjut hingga dewasa.. Periode emas ini dapat diwujudkan apabila pada masa bayi memperoleh asupan gizi yang sesuai dengan tumbuh kembang yang optimal. Dari 6 bulan hingga setidaknya 2 tahun,ASI harus tetap diberikan bersama dengan makanan pendamping ASI yang aman dan bergizi.namun di Indonesia,mereka dalam kehidupan,hanya 42% dari bayi yang berusia dibawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif,pada saat anak-anak mendekati ulang tahunnya yang ke dua,hanya 55 % yang masih diberi ASI.Tujuan penelitian : untuk mengetahui gambaran pengetahuan Ibu Bayi tentang pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 6-24 bulan di Posyandu Sambinae wilayah kerja Puskesmas Mpunda Tahun 2022. MetodePenelitian ini merupakan penelitia ndeskriptif kuantitatif dengan menghitung distribusi frekuensi (%). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 77 Ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan di posyandu Sambinae wilayah kerja Puskesmas Mpunda Tahun 2022. Tempat Penelitian : Dilaksanakan di Posyandu Sambinae wilayah Kerja Puskesmas Mpunda. Waktu Penelitian : Dilaksanakan pada Bulan juni-juli 2022. Analisis Data : Digunakan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. HasilPenelitian:Sebagianbesaribubayiusi 6 – 24 bulan di Posyandu Sambina’e Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda tahun 2022 pada kategori usia 20 – 35 tahunya itu sebanyak 81,4 % responden, sebagian besar pendidikan ibu bayi usia 6 – 24 bulan pada kategori pendidikan menengah yaitu sebanyak 69,8 % responden, dangam baran Pengetauan Ibu Bayi tentang makanan pendamping ASI pada bayi usia 6 – 24 bulan sebagain besar pada kategori pengetauan baik yaitu sebanyak 76,8%. Kesimpulan : Gambaran pengetahuan Ibu Bayi tentang makanan pendamping pada bayi usia 6-24 bulan di Posyandu sambinae wilayah kerja Puskesmas Mpunda tahun 2022 sebagian besar pada kategori pengetahuan baik yaitu sebanyak 76,8%. Saran : Agar dapat digunakan untuk bahan pertimbangan dan evaluasi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam memberikan konseling dan edukasi pada bayi 6-24 bulan tentang pentingnya memberikan makanan pendamping pada bayi usia 6-24 bulan.
Gambaran Pengetahuan Akseptor Kb Suntik 3 Bulan Tentang Efek Samping Kb Suntik 3 Bulan Di Kelurahan Melayu Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kota Bima Naturohman, Astriani; Hayati, Zahratul; Sulami, Neti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i2.13

Abstract

Keluarga Berencana merupakan suatu program yang membantu pasangan suami istri untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera dengan cara perencanaan kehamilan dan sebaliknya menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga (Setyaningrum, 2016). Kenaikan berat badan pada akseptor kontrasepsi Depo Medroxi Progesteron Asetat (DMPA) per tahun 2,3 – 2,9 kg. Tujuan : penelitian ini untuk Untuk mengetahui gambaran pengetahuan Akseptor KB tentang efek samping KB suntik 3 bulan di Puskesmas Mpunda Tahun 2023. Jenis penelitian: ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB Suntik 3 bula di kelurahan melayu sebanyak 32 responden. Sampel dalam penelitian ini di ambil menggunakan Total sampling sebanyak 32 responden. Teknik sampling menggunakkan Total sampling. Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa kriteria responden berdasarkan umur berada pada kelompok dengan rentang umur 20-35 tahun sebanyak 23 responden (71,9%). Kriteria responden berdasarkan pendidikan menunjukkan bahwa dari 32 responden tingkat pendidikan yang paling banyak adalah menengah (SMA) yaitu sebanyak 18 responden (56,2%). Kriteria responden berdasarkan pekerjaan menunjukkan bahwa sebagai besar responden dengan tidak bekerja (IRT) yaitu 24 responden (75%). Tingkat pengetahuan responden tentang efek samping KB Suntik 3 Bulan adalah Yang memiliki pengetahuan baik adalah 24 orang (75%), pengetahuan cukup adalah 7 orang (21,9%), pengetahuan kurang adalah 1 orang (3,1%). Kesimpulan : Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa pengetahuan Akseptor KB tentang efek samping KB suntik 3 Bulan adalah sebagian besar responden berpengetahuan Baik sebanyak 24 orang (75%). Dan ini merupakan Jawaban dari Tujuan umum penelitian. Saran: dari hasil penelitian yang didapatkan tingkat pengetahuan responden adalah Baik, namun sebaiknya responden dapat meningkatkan lagi pengetahuan kesehatan dengan cara mengikuti penyuluhan, mencari informasi melalui smartphone dan media lainnya untuk menambah informasi mengenai efek samping KB suntik 3 Bulan
Gambaran Pengetahuan Ibu Bayi Usia 0-4 Bulan Tentang Imunisasi Polio Di Kelurahan Lelamase Wilayah Kerja Puskesmas Rasana’e Timur Haminah; Mariza R.A, Dian; Faturahmah, Erni
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i2.14

Abstract

Latar belakang: Imunisasi dalam sistem Kesehatan nasional adalah salah satu bentuk intervensi Kesehatan yang sangat efektif dalam Upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita. Pelayanan imunisasi merupakan pelayanan Kesehatan yang harus diprioritaskan guna memberikan perlindungan pada anak dan meningkatkan imunitas serta mengurangi penyebaran infeksi Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambbaran Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Polio di Kelurahan Lelamase Wilayah Kerja Rasana’e Timur. Hasil: Berdasarkan umur diperoleh hasil dari 39 ibu bayi 0-4 bulan paling banyak berumur 20-35 tahun yaitu sebanyak 32 orang (82,05%) dan ibu bayi 0-4 bulan paling sedikit berumur >20 yaitu sebanak 3 orang (7,69%). Pendidikan diperleh hasil dari 39 ibu ibu bayi paling banyak dengan tingkat Pendidikan yaitu sebanyak 32 orang ( 82,05%) dan paling sedikit ibu dengan tingkat Pendidikan dasar yaaitu sebanyak 1 orang (2,56%), Pendidikan diperoleh hasil dari 39 responden yang paling banyak dengan pengetahuan baik yaitu sebanyak 22 orang (56,42%), kategori cukup 17 (43,58%), kategori kurang sebanyak 0 rang (0%). Kesimpulan: bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dikelurahan Lelamase wilayah kerja Puskesmas Rasana’e Timur Sebagian besar berpengetahuan baik sebanyak 22 orang (56,42%), Penelitian menyarankan dengan adanya penelitian ini diharapkan agar ibu-ibu dapat mencari informasi baik melalui media sosial tentang mengenai pentingnya imunisasi polio khususnya untuk pencegahan penyakit polio di masa yang akan datang
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Persiapan Memasuki Masa Menopause Di Desa Kawinda Na’e Wilayah Kerja Puskesmas Tambora Kabupaten Bima Tahun 2023 Nurfadina; Susanti; Qamarya, Nurul
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i2.15

Abstract

Latar belakang: Angka harapan hidup wanita di dunia meningkat setiap tahunnya hingga mencapai 74,2 tahun di tahun 2019 (WHO, 2019). Peningkatan angka harapan hidup berarti peningkatan jumlah wanita yang berpeluang untuk mengalami menopause (Suazini, 2018). World Health Organization (WHO), memperkirakan di tahun 2030 akan ada sekitar 1,2 miliar wanita yang berusia di atas 50 tahun. Sebanyak 80% diantaranya tinggal di negara berkembang dan populasi wanita menopause meningkat tiga persen setiap tahunnya (Nurlina, 2021). Jenis penelitian: ini adalah deskriptif kuantitatif Teknik sampling menggunakkan Purposive sampling. Hasil penelitian : Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan dari 58 responden didapatkan sebagian besar responden mengalami menarche pada usia >13 Tahun yaitu sebanyak 32 orang (55,1%). Kriteria responden berdasarkan pendidikan menunjukkan bahwa dari 58 responden tingkat pendidikan yang paling banyak adalah menengah (SMA) yaitu sebanyak 29 responden (50%). Tingkat pengetahuan responden Di peroleh hasil dari 58 ibu paling banyak dengan kategori pengetahuan Baik yaitu sebanyak 30 orang (51,7%) dan tidak ada ibu yang memiliki pengetahuan kurang (0 %). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian tentang Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Persiapan Memasuki Masa Menopause Di Desa Kawinda Na’e wilayah kerja Puskesmas Tambora Kabupaten Bima didapatkan sebagian besar Tingkat pengetahuan ibu yang paling banyak berada pada pengetahuan baik yaitu sebanyak 30 responden (51,7%) Dan ini merupakan Jawaban dari Tujuan umum penelitian. Saran: dari hasil penelitian yang didapatkan tingkat pengetahuan responden adalah Baik, namun sebaiknya responden dapat meningkatkan lagi pengetahuan kesehatan dengan cara mengikuti penyuluhan, mencari informasi melalui smartphone dan media lainnya untuk menambah informasi mengenai masa pea menopause
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Tumbuh Kembang Bayi 4-6 Bulan Di Puskesmas Sape Kabupaten Bima Tahun 2023 Yunita, Nurma; Mariza, Dian; Susanti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i2.16

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan Badan Pusat Statistik Indonesia 2022 mencatat jumlah bayi di Indonesia sebanyak 88.360,4 bayi, dan di perkirakan 250 juta bayi di Negara berkembang gagal Mencapai potensi perkembangan optimalnya karena masalah kemiskinan, malnutrisi, atau lingkungan yang tidak mendukung, sehingga mempengaruhi perkembangan kognitif, motorik, emosi, dan sosial bayi.Berdasarkan Provinsi NTB pada tahun ini menurun dari tahun sebelumnya yaitu 863 kasus pertumbuhan menjadi 859 kasus kematian. Sehingga Proporsi kematian Bayi menurun dari tahun 2019 sebesar 8.36 (per 1000 KH) menjadi 8.38 (per 1000 KH). Jumlah kematian Bayi terbanyak terdapat di Kabupaten Lombok Timur yaitu 243 (BPS 2022). Program Stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK). merupakan program pembinaan tumbuh kembang bayi secara komprehensif dan berkualitas melalui kegiatan stimulasi tumbuh kembang pada masa lima tahun pertama kehidupan, diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga (orang tua, pengasuh bayi dan anggota keluarga lainnya), masyarakat (kader, tokoh masyarakat, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat) dengan tenaga professional kesehatan, pendidikan dan sosial (Depkes, 2018). Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 4-6 Bulan Di Puskesmas Sape Kabupaten Bima Tahun 2023 sebanyak 36 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 4-6 Bulan Di Puskesmas Sape Kabupaten Bima Tahun 2023 pada bulan September sebanyak 36 orang.Teknik Sampling penelitian ini dilakukan dengan Total Sampling. Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 36 responden yang memiliki pengetahuan baik 12 responden (33,3%), pengetahuan cukup 17 responden (47,2%), dan pengetahuan kurang 7 responden (19,5%). Kesimpulan : Dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan ibu tentang stimulasi tumbuh kembang bayi 4-6 bulan adalah paling banyak pada kategori berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 17 orang (47,2%).

Page 1 of 3 | Total Record : 30