Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam pembentukan kepribadian peserta didik, khususnya pada jenjang sekolah dasar yang berada pada tahap awal perkembangan moral dan sosial. Dalam konteks pendidikan Hindu, ajaran Catur Paramita yang mencakup nilai-nilai Maitri (cinta kasih), Karuna (kasih sayang), Mudita (apresiasi atas kebahagiaan orang lain), dan Upeksa (sikap netral dan adil) menawarkan ajaran etika Hindu yang relevan untuk diterapkan dalam pendidikan karakter. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji strategi implementasi nilai-nilai Catur Paramita dalam proses pembelajaran, serta menganalisis dampaknya terhadap etika dan moral siswa sekolah dasar. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa guru berperan penting sebagai teladan dan fasilitator dalam menanamkan nilai-nilai luhur tersebut melalui pembelajaran di kelas, budaya sekolah, dan kegiatan berbasis karakter. Implementasi strategi ini tidak hanya menghasilkan pemahaman konseptual siswa terhadap nilai-nilai etika, tetapi juga mendorong perubahan perilaku sosial yang positif, seperti sikap empatik, toleran, jujur, dan bertanggungjawab. Evaluasi terhadap dampak penerapan nilai-nilai Catur Paramita menunjukkan bahwa internalisasi yang konsisten mampu memperkuat kesadaran moral siswa secara berkelanjutan. Meski terdapat tantangan dalam hal keterbatasan waktu dan dukungan lintas lingkungan, kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua dinilai krusial dalam membentuk ekosistem pendidikan karakter yang efektif. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis Catur Paramita layak dijadikan sebagai model strategis dalam membangun moralitas generasi muda yang beretika dan berkepribadian luhur..
Copyrights © 2025