Pertumbuhan penduduk Samarinda yang mencapai 868.499 jiwa menimbulkan peningkatan aktivitas lalu lintas dan kebutuhan fasilitas penyeberangan yang aman. Data kecelakaan menunjukkan 54,84% korban pejalan kaki disebabkan penyeberangan sembarangan, mendorong Pemerintah Kota Samarinda menghadirkan fasilitas pelican crossing. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelican crossing sebagai fasilitas penyeberangan di Kota Samarinda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan observasi lapangan selama tiga periode waktu (pagi, siang, sore) di dua lokasi: Jl. Bhayangkara dan Jl. Gadjah Mada. Data yang dikumpulkan meliputi volume kendaraan bermotor, kecepatan kendaraan, dan karakteristik pejalan kaki menggunakan aplikasi traffic counter, stopwatch, dan pengamatan visual. Hasil penelitian menunjukkan volume kendaraan di Jl. Bhayangkara sebesar 13.619 unit dengan 276 penyeberang, sedangkan di Jl. Gadjah Mada sebesar 35.049 unit dengan 136 penyeberang. Kecepatan rata-rata kendaraan di Jl. Bhayangkara berkisar 19,48-24,87 km/jam, sementara di Jl. Gadjah Mada berkisar 29,92-40,43 km/jam. Tingkat efektivitas pelican crossing di Jl. Bhayangkara mencapai 40,97% (kurang efektif), sedangkan di Jl. Gadjah Mada mencapai 83,58% (sangat efektif). Rendahnya efektivitas di Jl. Bhayangkara disebabkan masalah teknis tombol aktivasi yang memerlukan tekanan kuat dan kurangnya petunjuk penggunaan. Penelitian menyimpulkan perlunya perbaikan teknis dan sosialisasi penggunaan pelican crossing untuk mengoptimalkan fungsi keselamatan pejalan kaki.
Copyrights © 2025