Pendidikan lintas budaya dan pendidikan keagamaan dapat berfungsi sebagai pilar preventif yang saling melengkapi: pendidikan lintas budaya membangun pemahaman identitas, penghargaan terhadap perbedaan, dan kompetensi dialog antar-kelompok sementara pendidikan keagamaan bila disajikan secara moderat dan berorientasi nilai kemanusiaan memperkuat nilai-nilai moral yang mendukung toleransi dan rekonsiliasi. Latar belakang ini didukung oleh bukti bahwa program pendidikan yang menekankan interaksi antarkelompok mengurangi prasangka dan permusuhan. Tujuan dari studi ini adalah mengeksplorasi mekanisme sinergis antara kedua pendekatan dan bagaimana integrasinya dapat menurunkan risiko konflik di komunitas majemuk. Metode yang digunakan meliputi telaah kebijakan dan literatur (termasuk pedoman UNESCO tentang pendidikan lintas budaya), analisis teori kontak antarkelompok, serta studi kualitatif melalui wawancara dengan pendidik, tokoh agama, dan peserta didik di sekolah SMP Negeri 3 manokwari serta beberapa komunitas. Hasilnya menunjukkan bahwa gabungan kurikulum yang mengintegrasikan perspektif multikultural, pengalaman kontak terstruktur antaragama, dan pengajaran nilai religius universal meningkatkan empati, keterampilan resolusi konflik, dan identitas kebangsaan inklusif. Temuan dari penelitian ini sejalan dengan teori kontak antarkelompok dan konsep multicultural education yang menekankan peran sekolah dalam mendorong keadilan sosial. Kesimpulannya, integrasi sistematis pendidikan lintas budaya dan pendidikan keagamaan dalam kurikulum, pelatihan guru, dan kebijakan dapat menjadi strategi efektif pencegahan konflik di masyarakat plural. Peran Pendidikan dalam Pencegahan Konflik, UNESCO menekankan bahwa pendidikan adalah alat penting dalam pencegahan konflik, karena melalui pendidikan bisa ditanamkan nilai pemahaman, toleransi, dan penghormatan terhadap keragaman.UNESCO menekankan bahwa sistem pendidikan harus mengembangkan sikap, nilai, dan kompetensi (knowledge, skills, attitudes) yang mendukung hidup berdampingan dalam masyarakat majemuk.
Copyrights © 2025