penerapan kebijakan lima hari belajar merupakan sebuah upaya pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membentuk karakter siswa. Namun pada kebijakan baru ini tentunya impelementasi ini tidak terlepas dari berbagai respons serta tantangan pada tingkat satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait makna simbolik kebijakan lima hari belajar serta perubahan dinamika interaksi dan beban belajar yang dialami guru dan siswa di SMA Negeri 1 Tanjung Pura. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode fenomenologis yang berdasarkan dari pengalaman guru dan siswa. Subjek penelitian ini terdiri atas guru danĀ siswa yang memiliki keterlibatan langsung dalam penerapan kebijakan ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pelaksanaan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan lima hari belajar dimaknai dalam bentuk yang bervariasi oleh guru dan siswa. Guru memaknai kebijakan ini sebagai upaya peningkatan efektivitas pembelajaran, penguatan pengawasan siswa, serta strategi pencegahan kenakalan remaja. Sedangkan siswa memaknai kebijakan ini sebagai bentuk pembiasaan disiplin dan pemanfaatan waktu belajar yang optimal, meskipun tanggapan disisi lain siswa mengalami peningkayan kelelahan dan penurunan konsentrasi. Kebijakan ini juga berdampak pada perubahan interaksi serta tantangan pada sosial ekonomi sebagian siswa.
Copyrights © 2025