Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum optimalnya peran Stabilisator dinas kebudayaan, kepemudaan dan olahraga dalam pelestarian budaya lokal tak benda di Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Informan sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan, studi lapangan (observasi dan wawancara) dan dokumentasi. Penulis mengunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengolahan data hasil wawancara dan observasi untuk ditarik kesimpulan sehingga dapat menjawab permasalahan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: Peran Stabilisator Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga dalam pelestarian budaya lokal tak benda di Kabupaten Ciamis belum optimal. Hal ini dibuktikan dari tiga indikator yang diteliti bahwa peran stabilisator diketahui belum optimal, dilihat dari tiga indikator yang diukur yaitu indikator menjaga budaya agar tidak tergerus oleh modernisasi yang mengabaikan nilai-nilai lokal sudah berjalan optimal. Sementara dua indikator lainnya yaitu indikator memastikan keberlanjutan kebijakan budaya yang melindungi warisan budaya dari ancaman kepunahan dan indikator menjaga harmoni sosial dengan mengakomodasi kepentingan berbagai kelompok budaya dan komunitas adat belum optimal.
Copyrights © 2025