Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana alam, sehingga diperlukan upaya penguatan literasi kebencanaan sejak usia dini. Sekolah dasar menjadi salah satu lingkungan strategis dalam membangun kesiapsiagaan siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kebencanaan siswa SDN Malalo, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sebagai mitra pengabdian yang berada di wilayah rawan bencana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahapan penyuluhan, simulasi evakuasi, permainan edukatif, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan siswa mengenai jenis bencana dan langkah mitigasi dasar, yang tercermin dari perbandingan skor pre-test dan post-test. Selain itu, siswa menunjukkan partisipasi aktif dalam simulasi, keterampilan koordinasi kelompok, serta sikap tanggap terhadap instruksi guru dan fasilitator. Guru dan pihak sekolah juga menilai kegiatan ini relevan untuk memperkaya kurikulum non-formal serta berkomitmen melanjutkan praktik literasi kebencanaan secara berkelanjutan. Dengan demikian, program ini terbukti efektif dalam memperkuat literasi kebencanaan siswa dan dapat menjadi model implementasi pendidikan kebencanaan berbasis sekolah di daerah rawan bencana.
Copyrights © 2026