Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pencegahan bullying di SMA Negeri 10 Batang Hari. Bullying dalam bentuk verbal, fisik, dan sosial masih ditemukan di lingkungan sekolah sehingga diperlukan kepemimpinan yang efektif untuk menciptakan budaya sekolah yang aman dan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru BK, guru, dan siswa, observasi kegiatan sekolah, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan transformasional, instruksional, dan partisipatif dalam upaya pencegahan bullying. Strategi yang dilakukan meliputi deteksi dini melalui pemantauan perilaku siswa dan kolaborasi dengan guru BK dan wali kelas, penanganan kasus dengan pendekatan restoratif, serta pemantauan berkelanjutan melalui koordinasi rutin dengan warga sekolah. Selain itu, kepala sekolah membangun budaya anti-bullying melalui pembinaan karakter, sosialisasi berkelanjutan, serta integrasi nilai anti-kekerasan dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berperan penting dalam pencegahan bullying dan pembentukan iklim sekolah yang kondusif.
Copyrights © 2026