Masyarakat Dusun Batu Badiri, Kabupaten Maluku Tengah, masih menghadapi krisis energi akibat kelangkaan minyak tanah yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga. Kondisi ini memaksa masyarakat beralih menggunakan kayu bakar yang tidak efisien, berisiko terhadap kesehatan, serta berdampak negatif pada lingkungan. Menjawab permasalahan tersebut, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan memperkenalkan dan menerapkan teknologi biogas berbasis sistem kontrol otomatis (IoT) sekaligus meningkatkan keterampilan mitra dalam pemeliharaan digester agar sistem dapat beroperasi optimal dan berkelanjutan. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis pembuatan dan perawatan digester dengan pendekatan community development, serta ujicoba pemanfaatan biogas dan sistem kontrol IoT. Hasil menunjukkan biogas dari kotoran sapi mampu digunakan untuk memasak selama 5–7 hari dengan rata-rata 40–60 menit per hari, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap minyak tanah dan kayu bakar. Penerapan IoT memberikan kontribusi baru berupa pemantauan real-time terhadap parameter penting (temperatur, kelembaban, pH, konduktivitas, dan volume gas metana), yang tidak hanya memastikan keandalan proses fermentasi tetapi juga meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan memudahkan masyarakat dalam mengidentifikasi potensi gangguan pada digester sejak dini.
Copyrights © 2026