Indonesia sebagai negara agraris utama memiliki potensi besar di sektor kelapa, termasuk pemanfaatan limbah ampas minyak kelapa yang sering dianggap tidak bernilai. Di Kampung Belading, Kabupaten Siak, masyarakat masih membuang ampas ini, sehingga intervensi pengabdian diperlukan untuk mendukung konsep zero waste dan wirausaha kreatif. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam mengolah ampas minyak kelapa menjadi sambal sebagai produk bernilai ekonomi, sekaligus mendorong pemberdayaan sosial dan lingkungan. Pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan (teori dan praktik), serta evaluasi (pre-test dan post-test) pada 26 Agustus 2025, melibatkan 25 peserta di Kampung Belading. Pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman peserta dari 40–56% (pre-test) menjadi 80–100% (post-test), dengan 96% peserta memahami pemanfaatan ampas. Produk sambal dihasilkan dengan cita rasa lokal, namun tantangan seperti keterbatasan alat dan pemasaran perlu diatasi. Kegiatan memberikan dampak positif ekonomi, sosial, dan lingkungan, dengan potensi replikasi untuk mendukung zero waste dan wirausaha kreatif di wilayah penghasil kelapa.
Copyrights © 2026