Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas 1 Malang melalui pendampingan teknologi pertanian. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi warga binaan yang membutuhkan keterampilan produktif selama masa pembinaan, serta keterbatasan sarana alat pertanian modern, akses terhadap teknologi pertanian terkini, dan minimnya pendampingan tenaga ahli. Metode pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu identifikasi masalah melalui observasi, kajian pustaka, dan diskusi bersama pihak Lapas; implementasi program melalui pengadaan alat pertanian modern, pelatihan teknologi pertanian, dan pendampingan teknis; serta evaluasi dan pelaporan kegiatan berdasarkan hasil praktik dan observasi lapangan. Kegiatan dilaksanakan pada 12–20 Juni 2025 di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ngajum, Malang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengadaan alat pertanian modern disambut antusias oleh warga binaan dan berhasil meningkatkan efisiensi kerja pertanian. Pelatihan teknis yang mencakup teori dan praktik langsung meningkatkan pemahaman serta keterampilan WBP dalam mengoperasikan alat dan menerapkan teknik pertanian presisi. Pendampingan intensif juga mendorong terbentuknya sistem kerja kelompok yang efektif dan peningkatan motivasi partisipan dalam kegiatan pertanian. Evaluasi akhir menunjukkan peningkatan kapasitas teknis, kedisiplinan, serta kesiapan WBP dalam menjalankan kegiatan produktif secara mandiri. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil membentuk kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan secara berkelanjutan. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi di lembaga pemasyarakatan lainnya sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian yang kontekstual dan aplikatif.
Copyrights © 2025