Journal Fatmawati Laboratory & Medical Science
Vol 5 No 2 (2025): Hematologi Klinik

Prevalensi Pedikulosis Kapitis pada Santriwati Pondok Pesantren: Tinjauan Literatur dan Analisis Faktor Risiko

Bedah, Sumiati (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Dec 2025

Abstract

Pendahuluan : Pedikulosis kapitis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada kelompok remaja perempuan yang tinggal di lingkungan berasrama seperti pondok pesantren. Infestasi oleh Pediculus humanus capitis menyebabkan gangguan fisik, psikologis, dan sosial, serta sering diperburuk oleh kepadatan hunian, personal hygiene yang kurang optimal, dan kebiasaan berbagi barang pribadi. Penelitian ini dilakukan untuk menyajikan gambaran komprehensif mengenai prevalensi dan faktor risiko pedikulosis kapitis pada santriwati pondok pesantren melalui tinjauan literatur terbaru. Metode: Studi ini merupakan tinjauan literatur dengan pendekatan naratif berdasarkan prinsip PRISMA. Pencarian artikel dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, SpringerLink, dan ProQuest untuk publikasi tahun 2016–2025. Sebanyak 1.258 artikel teridentifikasi pada tahap awal, kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 27 artikel yang dianalisis. Data yang diekstraksi meliputi desain penelitian, lokasi, jumlah sampel, metode diagnosis, prevalensi, serta faktor risiko yang terkait dengan infestasi pedikulosis kapitis. Hasil: Analisis literatur menunjukkan bahwa prevalensi pedikulosis kapitis pada santriwati pondok pesantren berkisar antara 23% hingga 59%, dengan sebagian besar penelitian menggunakan desain cross-sectional dan metode pemeriksaan visual serta sisir serit. Faktor risiko yang paling konsisten dilaporkan adalah frekuensi keramas ≤2 kali/minggu, rambut panjang, kebiasaan berbagi alat pribadi (sisir, jilbab, handuk, bantal), kepadatan hunian, ventilasi buruk, dan tingkat pengetahuan kebersihan yang rendah. Odds Ratio (OR) dari faktor-faktor tersebut berada pada kategori risiko sedang hingga tinggi, memperkuat hubungan antara perilaku dan lingkungan dengan kejadian pedikulosis. Pembahasan: Temuan menunjukkan bahwa pedikulosis kapitis tidak hanya merupakan infestasi parasit biasa, tetapi juga indikator lingkungan hunian dan praktik kebersihan santri. Interaksi sosial yang erat, karakteristik hunian pesantren yang padat, serta praktik kebersihan rambut yang rendah mendukung transmisi parasit. Edukasi higiene, skrining berkala, penataan hunian, dan kebijakan barang pribadi menjadi intervensi yang disarankan. Kesimpulan: Pedikulosis kapitis merupakan masalah kesehatan yang sangat umum pada santriwati pondok pesantren, dengan prevalensi tinggi dan faktor risiko yang konsisten berkaitan dengan personal hygiene dan kondisi lingkungan. Upaya pengendalian membutuhkan pendekatan komprehensif berbasis komunitas yang meliputi edukasi, pemeriksaan rutin, peningkatan higiene pribadi, serta perbaikan kondisi hunian.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

flms

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Public Health

Description

Jurnal FLMS merupakan jurnal yang memuat naskah hasil penelitian kesehatan dan biomedis khususnya bidang Teknologi Laboratorium Medis yang diterbitkan secara berkala 2 kali setahun. Jurnal ini disusun dengan maksud sebagai wadah publikasi ilmiah sehingga dapat menjadi sumber referensi dan inspirasi ...