Kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual siswa dalam mempelajari kimia masih rendah, yang disebabkan oleh pembelajaran menggunakan metode konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual siswa tentang hidrolisis garam dipengaruhi oleh paradigma Problem based learning (PBL) berbasis Green Chemistry. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Siswa kelas XI SMA menjadi subjek penelitian, dan mereka dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok menggunakan model PBL berbasis Green Chemistry sebagai kelas eksperimen, dan kelompok lainnya menggunakan metode pembelajaran konvensional. Keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep kimia dinilai dengan menggunakan instrumen yang telah divalidasi oleh para ahli. Data dianalisis dengan N-gain dan uji-t untuk menemukan peningkatan hasil belajar. Hasil belajar menunjukkan bahwa penggunaan PBL berbasis Green Chemistry secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual kimia siswa. Dengan demikian, model PBL berbasis Green Chemistry direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran kimia yang efektif dalam membangun keterampilan abad 21, khususnya berpikir kritis dan pemahaman konsep.
Copyrights © 2025