Penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan menawarkan berbagai kemudahan dalam hal akademik mahasiswa hal ini telah menimbulkan banyak kekwhawatiran dalam penggunaanya. Kekhawatiran, atau ketakutan yang muncul akibat penggunaan AI disebut sebagai Kecemasan Artificial Intelligence (AI kegelisahan). Mahasiswa pendidikan biologi adalah pengguna AI aktif dalam kegiatan perkuliahan. Studi ini melihat kecemasan AI siswa pendidikan Biologi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain survey cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 100 mahasiswa pendidikan biologi dari total 135 populasi yang merupakan seluruh mahasiswa pendidikan biologi yang aktif pada tahun akademik 2024/2025. Instrumen penelitian menggunakan angket Artificial Intelligence Anxiety Scale yang dikembangkan oleh wang terdiri dari 21 item dari empat indikator yaitu: kecemasan pembelajaran, pergantian pekerjaan, kebutuhan sosioteknis, dan konfigurasi AI. Pengumpulan data dilakukan melalui angket cetak dan berani menggunakan platform Google Form. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik data responden, sedangkan uji T dan ANOVA untuk memancarkan kecemasan AI antar kelompok demografi. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0.008 berarti bahwa siswa perempuan menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Tidak terdapat perbandingan yang signifikan mengenai tingkat kecemasan siswa terkait dengan pengalaman penggunaan AI, tempat tinggal, frekuensi penggunaan, konteks penggunaan, dan kemahiran penggunaan AI. siswa berusia 18–20 tahun dengan nilai rata-rata 62,797 menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan usia lainnya. Dan mahasiswa semester 4 dengan nilai rata-rata 69.592 menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan semester lainnya. kecemasan tentang pergantian pekerjaan dengan nilai rata-rata 67 menjadi indikator tertinggi.
Copyrights © 2025