Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan jamur Trichoderma harzianum terhadap proses pengomposan daun kering pohon saga Adenanthera pavonine sebagai upaya pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk ramah lingkungan. Daun saga kering dikumpulkan dari area parkiran Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed) dengan total massa 2 kg, kemudian dicacah dan dicampur dengan tanah hitam dalam perbandingan 2:1. Campuran tersebut dibagi menjadi empat perlakuan, yaitu P0 (tanpa T. harzianum), P1 (3 g), P2 (6 g), dan P3 (9 g). Proses pengomposan dilakukan selama 15 hari dalam wadah tertutup yang diberi aerasi, dengan pengamatan suhu, pH, dan karakteristik organoleptik setiap tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan T. Harzianum mempercepat proses dekomposisi bahan organik. Perlakuan P3 dengan dosis 9 g T. harzianum mencapai suhu maksimum 34 °C, menandakan fase termofilik awal yang menunjukkan aktivitas mikroba tinggi. Nilai pH mengalami penurunan dari netral (pH 7) menjadi sedikit asam (pH 6), mengindikasikan terbentuknya asam organik hasil aktivitas dekomposer. Secara organoleptik, kompos menunjukkan perubahan warna dari coklat muda menjadi coklat tua hingga hampir hitam, disertai bau fermentasi khas dan tekstur lebih halus, terutama pada perlakuan dengan dosis mikroba lebih tinggi. Kesimpulannya, penambahan T. Harzianum terbukti efektif dalam mempercepat proses pengomposan daun saga, meningkatkan aktivitas dekomposisi, dan mempercepat pencapaian fase termofilik pada sistem berskala kecil. Kompos yang dihasilkan menunjukkan ciri kematangan yang lebih baik dibanding kontrol. Pemanfaatan daun saga sebagai bahan dasar pupuk organik dengan bantuan T. harzianum berpotensi mendukung pengelolaan limbah organik, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta mendorong praktik pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2025