Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting dalam kesehatan ibu dan anak yang dapat meningkatkan angka kematian bayi serta berkontribusi pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial antara cakupan kunjungan antenatal care (K1 dan K4), konsumsi tablet tambah darah, serta kejadian kurang energi kronis (KEK) dengan kejadian BBLR di Kota Kupang tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan perangkat lunak QGIS dan GeoDa. Analisis Moran’s I digunakan untuk menentukan hubungan spasial secara global, sedangkan Local Indicator of Spatial Association (LISA) digunakan untuk mengidentifikasi pola spasial pada tingkat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi spasial global antara cakupan K1, cakupan K4, cakupan konsumsi tablet tambah darah ibu hamil, dan cakupan KEK dengan kejadian BBLR. Secara lokal, hubungan spasial antara kejadian BBLR dengan cakupan K1, cakupan K4, serta konsumsi tablet tambah darah ibu hamil menunjukkan autokorelasi negatif (H-L) di Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Bakunase, sementara cakupan KEK memiliki autokorelasi positif (L-L) di kedua puskesmas tersebut.
Copyrights © 2025