Dispepsia merupakan kumpulan satu atau lebih gejala yang terjadi di saluran pencernaan berupa nyeri ulu hati atau rasa tidak nyaman di lambung, mual, muntah, cepat kenyang, perut terasa terbakar dan penuh. Kelurahan Sikumana merupakan Kelurahan yang memiliki angka kasus Dispepsia tertinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana, hingga bulan agustus 2024 kejadian Dispepsia di Kelurahan Sikumana mencapai 325 kasus yang di dominasi kelompok usia produktif 15-64 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian Dispepsia pada masyarakat di Kelurahan Sikumana wilayah kerja Puskesmas Sikumana tahun 2024. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sikumana wilayah kerja Puskesmas Sikumana dari bulan Februari-Maret 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observational analitik dengan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat usia 15-64 tahun di Kelurahan Sikumana yaitu 1.458 orang. Besar sampel adalah 142 responden dengan perbandingan 1:1, yaitu 71 dari kelompok kasus dan 71 dari kelompok kontrol usia 15-64 tahun, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan variabel yang memiliki hubungan kejadian Dispepsia adalah pola makan (p-value=0,000), konsumsi kopi (p-value=0,000), konsumsi alkohol (p-value=0,000), kebiasaan merokok (p-value=0,000), dan aktivitas fisik (p-value=0.000). Oleh karena itu, pemerintah di kelurahan Sikumana dan petugas kesehatan berperan penting dalam menghimbau kepada masyarakat untuk mulai membiasakan pola hidup sehat seperti pemilihan jenis makanan dan minuman yang di konsumsi, ketepatan jam makan, frekuensi makan dan melakukan aktivitas fisik secara rutin sehingga masyarakat dapat terhindar dari kejadian Dispepsia.Kata Kunci : Dispepsia, Masyarakat, Pola Makan, Merokok, Aktivitas Fisik
Copyrights © 2025