Di Kabupaten Purbalingga, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan usaha yang profesional, seperti kurangnya inovasi berbasis potensi lokal, ketergantungan pada metode tradisional, serta kapasitas yang terbatas dalam analisis kelayakan usaha. Program pengabdian masyarakat ini berupaya mengatasi permasalahan tersebut melalui penerapan metode Lean Canvas untuk meningkatkan analisis kelayakan dan perencanaan bisnis. Dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), program ini meliputi tahapan pelatihan, pendampingan intensif, implementasi, dan evaluasi yang melibatkan 30 mitra BUMDes terpilih. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta, ditandai dengan kenaikan nilai pre-test dan post-test dari 65 menjadi 92 atau mengalami peningkatan sebesar 27%. Seluruh mitra berhasil menyusun draf awal Lean Canvas serta dokumen kelayakan usaha yang lebih matang, melakukan validasi lapangan, dan merevisi model bisnis berdasarkan umpan balik nyata dari pasar. Kendala seperti keterbatasan waktu dan akses data tetap ada, namun metode Lean Canvas terbukti efektif bagi BUMDes karena kesederhanaan dan sifatnya yang iteratif. Program ini menyimpulkan bahwa pelembagaan Lean Canvas, pendampingan berkelanjutan, dan pembentukan komunitas belajar antar-desa sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan peningkatan kategori BUMDes
Copyrights © 2026