Sartono, Dedy
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Iluminasi Manuskrip Kanjeng Kyai Al Qur'an: Perpaduan Seni Islam dan Tradisi Jawa dalam Warisan Budaya Sartono, Dedy; Mahardhika, Cholis; Pahlawan, Reza; Rizki Amalia, Danti
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 2 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i2.7192

Abstract

This study examines the illumination of the Kanjeng Kyai Al Qur'an manuscript, an ancient Quranic manuscript completed in 1799 in Surakarta, now preserved at the Yogyakarta Hadiningrat Palace. As a religious text and a work of art, this manuscript reflects the artistic skills and spirituality of the Yogyakarta community in the 18th century. The research explores the fusion of Islamic art styles, such as arabesques and geometric motifs, with traditional Javanese elements rich in philosophical symbolism. Through a qualitative descriptive approach, this study maps the historical context, illumination techniques, and materials used in the manuscript's creation, as well as its relevance to art education and the character of the Yogyakarta community. Findings indicate that the illumination of this manuscript integrates aesthetics, symbolism, and spiritual values, making it a source of inspiration for contemporary art and a medium for cultural heritage preservation. The implications of this research include enriching the art education curriculum, fostering character development based on local values, and strengthening cultural identity in the era of globalization. Keywords: Character Education, Illumination, Islamic Art, Islamic Art, Javanese Tradition, Manuscript
Iluminasi Manuskrip Kanjeng Kyai Al Qur'an dalam Konteks Kesejarahan Karakter Masyarakat Yogyakarta Mahardhika, Cholis; Sartono, Dedy; Pahlawan, Reza; Amalia, Danti Rizki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26395

Abstract

Penelitian ini membahas iluminasi pada manuskrip Kanjeng Kyai Al Qur'an, sebuah mushaf Al-Qur'an kuno yang diselesaikan pada tahun 1799 di Surakarta dan kini disimpan di Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Manuskrip ini tidak hanya berfungsi sebagai teks religius, tetapi juga sebagai karya seni rupa yang mencerminkan keterampilan artistik serta spiritualitas masyarakat Yogyakarta pada abad ke-18. Iluminasi yang menghiasi manuskrip tersebut menunjukkan perpaduan antara gaya seni Islam, seperti arabesque dan motif geometris, dengan elemen-elemen tradisional Jawa yang sarat makna filosofis. Penelitian ini menyoroti konteks kesejarahan manuskrip tersebut serta implikasinya bagi pendidikan seni rupa. Dengan mempelajari iluminasi ini, para pelajar seni rupa dapat memahami bagaimana estetika, simbolisme, dan nilai-nilai spiritual diintegrasikan dalam seni tradisional. Lebih jauh, penelitian ini menunjukkan pentingnya karya seni tradisional sebagai sumber inspirasi bagi perkembangan seni kontemporer, serta mendorong pelestarian warisan budaya Yogyakarta dalam menghadapi arus globalisasi. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya kurikulum pendidikan seni rupa, terutama dalam bidang sejarah seni dan desain grafis.
Kajian Nilai Edukatif dalam Tradisi Muang Jong Warisan Budaya Suku Sawang di Belitung Pahlawan, Reza; Amalia, Danti Rizki; Sartono, Dedy; Mahardika, Cholis
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 9, No 1 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bcdk.v9i1.6121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai edukatif yang terdapat dalam ritual Muang Jong sebagai salah satu warisan budaya yang diselangarakan oleh suku Sawang tepatnya di daerah Juru Sebrang Kacamatan Tanjungpadan Kabupaten Belitung Provinsi Bangka Belitung. Tradisi ini tidak hanya merepresentasikan sistem kepercayaan maritim dan hubungan spiritual masyarakat dengan laut, tetapi juga memuat pesan-pesan nilai-nilai mulia didalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, dimana data diperoleh dengan etnografi lalu untuk menguak nilai-nilai yang terkadung dalam tradisi tersebut dilanjutkan dengan teori Tillman. Hasil penelitian tradisi Muang Jong ini menunjukkan adanya berbagai nilai seperti damai, kasih sayang atau cinta, penghormatan, toleransi, kejujuran, tanggung jawab, kolaborasi, kebahagiaan, kesederhanaan, dan persatuan. Nilai-nilai ini tentunya sangat relevan untuk penguatan karakter dierah saat ini.
Wayang KASPO: Wayang Rakit Kontemporer Berbusana Adat dari Limbah Kulit Singkong sebagai Edukasi Budaya Berkelanjutan Amalia, Danti Rizki; Pahlawan, Reza; Mahardhika, Cholis; Sartono, Dedy
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 9, No 1 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bcdk.v9i1.6160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan inovasi wayang dengan memanfaatkan limbah kulit singkong yang berada di Kabupaten Gunungkidul. Wayang KASPO hadir sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan limbah organik di kabupaten tersebut dengan mengolahnya menjadi kerajinan berbasis budaya. Nama Wayang KASPO merupakan singkatan dari Wayang Alam Yang Adaptif Nusantara Go-green Kulit Singkong Asli Sirkular dan edukatif Pelestari Organik. Wayang ini dibuat dengan konsep kontemporer berbusana adat Nusantara yang dapat dirakit sendiri atau dress up. Wayang KASPO terdiri dari 1 wayang kontemporer, 2 pakaian adat, 3 tongkat, pengait, buku panduan, dan 3 macam kartu permainan, yaitu Kartu Kata adalah kartu percakapan dengan kalimat berbahasa daerah dari berbagai suku di Indonesia. Ketika memainkan Wayang KASPO, pengguna dapat mengucapkan dialog tersebut layaknya seperti seorang dalang yang sedang memainkan wayang. Kartu Terka adalah kartu tebak gambar tentang nama pakaian adat di Indonesia. Selain itu, terdapat Kartu Teka-Teki mengenai pakaian adat di Indonesia yang dapat diakses melalui QR Code yang tersedia di balik kartu tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penciptaan dengan tahapan eksplorasi, desain dan perwujudan. Wayang KASPO diharapkan menjadi trend setter kerajinan berbasis budaya lokal yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Selain itu hasil dari penelitian ini dapat menjadi sarana edukasi budaya berkelanjutan
Pelatihan Batik dengan Pewarna Indigofera bagi Masyarakat Cagar Budaya eks Pengepul Nila diKulon Progo untuk Meningkatkan Kreativitasdan Pelestarian Budaya Lokal Amalia, Danti Rizki; Iswahyudi, Iswahyudi; Permana, Angga Sukma; Sartono, Dedy
Jurnal Abdimas Vol. 29 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v29i2.38662

Abstract

Masyarakat cagar budaya eks pengepul nila di Kulon Progo memiliki sejarah panjang dalam mengolah dan memanfaatkan tanaman Indigofera. Akan tetapi, pengetahuan dan keterampilan tersebut mulai tergerus oleh perubahan zaman, rendahnya minat generasi muda, serta kurangnya inovasi dalam pengembangan produk berbasis kearifan lokal. Hal ini menyebabkan nilai budaya yang berharga tersebut terancam hilang apabila tidak ada upaya revitalisasi. Pengembangan batik abstrak berbahan pewarna Indigofera merupakan salah satu solusi yang dapat menghubungkan kembali masyarakat dengan tradisi leluhur mereka. Batik abstrak dapat menjadi media ekspresi kreatif yang lebih mudah diterima oleh generasi muda, sementara penggunaan pewarna alami Indigofera memperkuat identitas historis Kulon Progo. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk batik yang bernilai seni dan ramah lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kreativitas, dan pelestarian budaya lokal. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengembangan batik abstrak dengan pewarna Indigofera bagi masyarakat cagar budaya eks pengepul nila di Kulon Progo sebagai bentuk inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan, kemandirian, dan pelestarian warisan budaya.