Peralihan pendekatan pembelajaran dari paedagogi menuju andragogi pada Pendidikan Agama Islam (PAI) menimbulkan dinamika baru bagi siswa berasrama yang telah lama terbiasa pada model pembelajaran berstruktur dan berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan menggali pengalaman subjektif siswa kelas XI di SMAN 1 Padang Panjang dalam menghadapi transisi tersebut serta memahami bagaimana perubahan pendekatan memengaruhi proses belajar efektif mereka. Menggunakan metode narrative inquiry dengan 10 siswa sebagai informan utama dan dua guru/wali asrama sebagai data pendukung, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, jurnal reflektif, dan dokumen kelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua kelompok respon: siswa yang cenderung nyaman dengan paedagogi mengalami kecemasan dan keraguan saat diminta belajar mandiri dalam pendekatan andragogi, sementara siswa dengan latar belakang pendidikan agama yang lebih kuat merespons pendekatan baru dengan antusiasme dan motivasi intrinsik. Selain itu, kehidupan berasrama terbukti menjadi faktor kontekstual yang memperkuat kemandirian, disiplin, serta kolaborasi, sehingga membantu siswa beradaptasi dengan tuntutan andragogi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transisi pedagogis dipengaruhi oleh pengalaman belajar sebelumnya dan budaya asrama yang mendukung pembelajaran mandiri.
Copyrights © 2025