Penelitian ini membahas peranan bahasa Melayu dalam mempertahankan dan mengembangkan tradisi intelektual di dunia Melayu. Sebagai bahasa ilmu dan medium transmisi pengetahuan, bahasa Melayu telah berfungsi bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen epistemik yang membentuk corak pemikiran, falsafah, dan sistem nilai masyarakat Melayu sejak zaman klasik hingga kini. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur, penelitian ini menelusuri peranan bahasa Melayu dalam penyebaran ilmu keagamaan, pendidikan, dan budaya, serta meninjau tantangan kontemporer yang dihadapi akibat dominasi bahasa asing dalam dunia akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa Melayu memiliki potensi kuat untuk terus menjadi bahasa ilmu, asalkan diiringi dengan pengayaan istilah ilmiah, penguatan kebijakan bahasa, dan peningkatan penggunaan bahasa Melayu dalam penerbitan akademik. Penelitian ini menegaskan pentingnya revitalisasi fungsi bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu demi kelestarian identitas dan warisan intelektual dunia Melayu
Copyrights © 2026