Nematoda entomopatogen (NEP) merupakan agen pengendali hayati yang efektif dalam mengelola hama pertanian karena mampu membunuh inangnya secara cepat dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi nematoda entomopatogen (NEP) di dataran tinggi Dlundung, Trawas, Mojokerto, serta menganalisis hubungan antara kerapatan vegetasi dan kepadatan populasinya. Pengambilan sampel dilakukan pada dua lokasi berbeda ketinggian, yaitu 980 mdpl (vegetasi padat, NDVI 0,55) dan 1020 mdpl (vegetasi jarang, NDVI 0,23), dengan metode soil baiting menggunakan larva Tenebrio molitor sebagai umpan. Hasil isolasi menunjukkan adanya dua genus NEP, yaitu Steinernema spp. dan Heterorhabditis spp., yang dibedakan berdasarkan ciri morfologi dan warna kutikula inang terinfeksi. Populasi NEP lebih tinggi pada vegetasi padat (29,51 JI/mL) dibandingkan vegetasi jarang (15,86 JI/mL), meskipun perbedaan tidak signifikan (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua lokasi memiliki kondisi lingkungan yang sesuai bagi perkembangan NEP dan berpotensi menjadi sumber isolat lokal untuk pengendalian hayati hama.
Copyrights © 2025