Di era digital saat ini, integrasi teknologi dalam proses pembelajaran menjadi kebutuhan mutlak. Salah satu teknologi yang menunjukkan potensi besar adalah deep learning, sebuah cabang dari kecerdasan buatan yang mampu mempelajari pola kompleks dari data. Artikel ini membahas penerapan deep learning sebagai alat untuk menganalisis, memadukan, dan mengembangkan kecerdasan interpersonal siswa dalam rangka mendukung pencapaian 8 dimensi profil lulusan, sebagaimana ditetapkan oleh kebijakan pendidikan nasional. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi bagaimana model Deep Learning , khususnya dalam pengolahan bahasa alami dan analisis emosi, dapat digunakan untuk merancang sistem pembelajaran adaptif yang mampu memfasilitasi interaksi sosial, empati, serta kolaborasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dengan pengumpulan data melalui buku, jurnal dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berbasis Deep Learning mampu meningkatkan respon empatik, keterampilan komunikasi, serta kerja sama antarpeserta didik. Selain itu, teknologi ini juga terbukti efektif dalam memberikan umpan balik otomatis yang kontekstual dan personal. Temuan ini menunjukkan potensi integrasi kecerdasan buatan dalam mendukung dimensi "Berkebinekaan Global" dan "Bergotong Royong" dalam Profil Pelajar Pancasila, serta membuka ruang inovasi dalam pedagogi berbasis data dan personalisasi pembelajaran. Rekomendasi penelitian meliputi pengembangan sistem yang lebih luas dan integrasi dengan kurikulum Merdeka Belajar.
Copyrights © 2026