Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Development of an IREC Learning Model Based on Reliable Practices to Boost the Character Achievement of Elementary Students Mulyawati, Ismuningsih; Dewantoro, M. Hajar; Joko Susilo, Mohamad
International Journal of Learning Reformation in Elementary Education Vol. 3 No. 03 (2024): International Journal of Learning Reformation in Elementary Education
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/ijlree.v3i03.571

Abstract

The character crisis of elementary school students since online learning during the COVID-19 pandemic requires Islamic education teachers to improve the quality of learning models that can boost character achievements. This research aims to determine the factors that influence the development of the IREC model and the quality of the IREC model. IREC is the subject matter of Islamic Religious Education and Character. This development research uses the Research and Development model with the stages of definition, design, development, and dissemination. Data collection techniques include interviews, questionnaires, and documentation as well as Focus Group Discussions. Qualitative descriptive data analysis techniques are carried out by analyzing, describing, and summarizing events from data obtained through the interview process, documentation, and observation. The research results show that the success of implementing the IREC model is influenced by supporting factors, namely competent Islamic education teachers, active participation of students, and material moral support from the Principal, Teachers, and parents. The inhibiting factor is the lazy attitude of students. The reliable practice-based IREC model has met the quality of feasibility based on assessments by material and media experts and has been feasible in wide-scale testing. The implementation of the reliable practice-based IREC model can increase the achievements of religious character, responsibility, honesty, discipline, tolerance, and independence.
PENERAPAN DEEP LEARNING UNTUK MEMBANTU PERKEMBANGAN KECERDASAN INTERPERSONAL DALAM MENCAPAI 8 DIMENSI PROFIL LULUSAN Ravita Dewi Ardi Winarta; Dewantoro, M. Hajar
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss1.art6

Abstract

Di era digital saat ini, integrasi teknologi dalam proses pembelajaran menjadi kebutuhan mutlak. Salah satu teknologi yang menunjukkan potensi besar adalah deep learning, sebuah cabang dari kecerdasan buatan yang mampu mempelajari pola kompleks dari data. Artikel ini membahas penerapan deep learning sebagai alat untuk menganalisis, memadukan, dan mengembangkan kecerdasan interpersonal siswa dalam rangka mendukung pencapaian 8 dimensi profil lulusan, sebagaimana ditetapkan oleh kebijakan pendidikan nasional. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi bagaimana model Deep Learning , khususnya dalam pengolahan bahasa alami dan analisis emosi, dapat digunakan untuk merancang sistem pembelajaran adaptif yang mampu memfasilitasi interaksi sosial, empati, serta kolaborasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dengan pengumpulan data melalui buku, jurnal dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berbasis Deep Learning mampu meningkatkan respon empatik, keterampilan komunikasi, serta kerja sama antarpeserta didik. Selain itu, teknologi ini juga terbukti efektif dalam memberikan umpan balik otomatis yang kontekstual dan personal. Temuan ini menunjukkan potensi integrasi kecerdasan buatan dalam mendukung dimensi "Berkebinekaan Global" dan "Bergotong Royong" dalam Profil Pelajar Pancasila, serta membuka ruang inovasi dalam pedagogi berbasis data dan personalisasi pembelajaran. Rekomendasi penelitian meliputi pengembangan sistem yang lebih luas dan integrasi dengan kurikulum Merdeka Belajar.