Artikel ini mengkaji kontribusi model pendidikan conscientization Paulo Freire bagi pengembangan Ilmu Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks kontemporer. Kritik Freire terhadap banking education menunjukkan perlunya pendidikan yang dialogis dan membebaskan, sehingga peserta didik tidak hanya menjadi objek penerima informasi, tetapi subjek yang mampu berpikir kritis dan melakukan tindakan transformatif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka terhadap karya-karya Freire dan literatur terkini terkait pedagogi kritis serta pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep penyadaran relevan dengan prinsip pendidikan Islam yang menekankan integrasi akal, iman, dan amal. Conscientization memperkaya epistemologi PAI dengan menghubungkan pembacaan teks keagamaan dan realitas sosial, serta menawarkan pendekatan problem-posing sebagai alternatif pembelajaran yang lebih dialogis dan partisipatif. Selain itu, pendekatan ini mendorong penguatan literasi digital kritis, pengembangan kurikulum yang kontekstual, dan reposisi peran guru sebagai fasilitator penyadaran. Dengan demikian, model pendidikan penyadaran Freire memiliki kontribusi signifikan bagi rekonstruksi tujuan, metodologi, dan praksis PAI agar lebih humanis, kritis, dan responsif terhadap tantangan zaman
Copyrights © 2026