Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan afiks dalam komentar warganet pada unggahan video akun TikTok @Quezelyhere. Fokus utama kajian adalah pada bentuk prefiks dan sufiks dalam bahasa Indonesia yang digunakan secara tidak baku dalam komunikasi digital. Data yang dikumpulkan berupa komentar dari empat unggahan video yang dipublikasikan pada tanggal 20 sampai 23 November 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap bentuk-bentuk kata yang mengalami penyimpangan morfologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 kata yang mengalami kesalahan pada prefiks dan sufiks secara bersamaan, 8 kata yang hanya mengalami kesalahan pada prefiks, dan 2 kata yang hanya mengalami kesalahan pada sufiks. Kesalahan tersebut umumnya dipengaruhi oleh gaya bahasa informal, penggunaan bahasa gaul, serta kecenderungan pengguna media sosial untuk mengabaikan kaidah bahasa Indonesia yang baku. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap struktur morfologi masih perlu ditingkatkan dalam konteks komunikasi digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan literasi bahasa Indonesia di media sosial serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan di bidang linguistik digital.
Copyrights © 2025