Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena Campur Kode pada Media Sosial Instagram Noor Alimah; Siti Hadijah; Citra Nofia Lestari; Jamani, Norhidayah
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.232

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena campur kode yang terjadi pada mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam penggunaan media sosial Instagram. Latar belakang penelitian berangkat dari kondisi multibahasa Indonesia, khususnya mahasiswa yang menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Banjar sebagai bahasa ibu, serta Bahasa Inggris dalam interaksi digital. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bentuk alih kode dan campur kode yang muncul serta faktor sosiolinguistik yang melatarbelakanginya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa postingan akun @curhatanulm pada periode Oktober hingga November. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 8 (delapan) fenomena campur kode dari 29 data postingan, dengan bentuk penyisipan kata atau frasa bahasa Inggris maupun bahasa Banjar ke dalam bahasa Indonesia. Campur kode digunakan untuk menciptakan kesan santai, gaul, menekankan emosi, serta menandai identitas kelompok. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian kebahasaan, khususnya dinamika penggunaan bahasa di ruang digital, serta menjadi upaya pelestarian bahasa daerah di tengah arus globalisasi.
ANALISIS KESALAHAN PREFIKS DAN SUFIKS DALAM KOMENTAR PENGGUNA INTERNET DI UNGGAHAN AKUN TIKTOK @QUEZELYHERE Citra Nofia Lestari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/t087az51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan afiks dalam komentar warganet pada unggahan video akun TikTok @Quezelyhere. Fokus utama kajian adalah pada bentuk prefiks dan sufiks dalam bahasa Indonesia yang digunakan secara tidak baku dalam komunikasi digital. Data yang dikumpulkan berupa komentar dari empat unggahan video yang dipublikasikan pada tanggal 20 sampai 23 November 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap bentuk-bentuk kata yang mengalami penyimpangan morfologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 kata yang mengalami kesalahan pada prefiks dan sufiks secara bersamaan, 8 kata yang hanya mengalami kesalahan pada prefiks, dan 2 kata yang hanya mengalami kesalahan pada sufiks. Kesalahan tersebut umumnya dipengaruhi oleh gaya bahasa informal, penggunaan bahasa gaul, serta kecenderungan pengguna media sosial untuk mengabaikan kaidah bahasa Indonesia yang baku. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap struktur morfologi masih perlu ditingkatkan dalam konteks komunikasi digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan literasi bahasa Indonesia di media sosial serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan di bidang linguistik digital.