Cerpen “Kentut di dalam Gerbong yang Penuh Dosa” karya Mulla Shandri menampilkan gambaran kehidupan urban melalui ruang mikrokosmos kereta rel listrik (KRL) Jakarta yang padat dan sarat tekanan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme untuk menguraikan keterkaitan antar unsur intrinsik seperti alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, serta tema yang menjadi fondasi bangunan cerita. Melalui tokoh Habibie seorang pekerja kantoran yang terjebak dalam rutinitas melelahkan dan frustrasi eksistensial cerpen ini menyajikan dinamika psikologis serta bentuk perlawanan simbolis melalui tindakan “kentut emosional” sebagai ekspresi tekanan batin. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur naratifnya memanfaatkan kontras antara keseharian yang mekanis dan absurditas simbolik untuk menegaskan kritik sosial terhadap kehidupan perkotaan. Latar KRL tidak hanya berfungsi sebagai ruang fisik, tetapi juga metafora bagi beban kolektif masyarakat urban yang hidup dalam sistem birokrasi yang kaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cerpen tersebut memadukan realisme dan absurdisme sebagai strategi untuk menggambarkan ketidakberdayaan individu sekaligus menonjolkan ironi sebagai mekanisme bertahan hidup.
Copyrights © 2025