Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk retorika dan strategi komunikasi politik dalam Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Tahun 2025. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis retorika Aristotelian yang berfokus pada tiga pilar persuasi, yaitu ethos, pathos, dan logos, serta lima prinsip retorika klasik (inventio, dispositio, elocutio, memoria, dan actio). Analisis juga diperkaya dengan perspektif strategi komunikasi politik modern melalui model Lasswell, framing, dan agenda-setting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur logos mendominasi pidato dengan persentase 38,9%, diikuti pathos (33,3%) dan ethos (27,8%). Hal ini menandakan orientasi rasional dan faktual dalam penyampaian pesan politik. Sementara itu, prinsip retorika yang paling menonjol adalah dispositio dan actio, yang menggambarkan struktur pidato yang sistematis dan penyampaian yang ekspresif. Strategi komunikasi Prabowo juga menunjukkan pengelolaan citra melalui bahasa nasionalistik dan simbol kebangsaan untuk memperkuat legitimasi pemerintahan baru. Dengan demikian, pidato kenegaraan ini bukan hanya sarana informatif, tetapi juga performatif, di mana bahasa digunakan sebagai alat politik untuk membangun kepercayaan, memengaruhi opini publik, dan mengokohkan citra kepemimpinan nasional di era politik digital.
Copyrights © 2025