Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

NILAI-NILAI BUDAYA DALAM LEGENDA SITI PAYUNG Dila Handayani; Dedy Rahmad Sitinjak; Rini Salsa Bella Hardi
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 6 No 2 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v6i2.789

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan Antropologi sastra untuk mengkaji tentang nilai-nilai budaya yang tedapat dalam Legenda Siti Payung. Cerita Legenda Siti Payung merupakan cerita rakyat yang berasal dari masyarakat Melayu Kabupaten Batu Bara. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Djamaris (1996:3) tentang nilai-nilai budaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis analisis deskriftif maka bentuk hasil penelitian ini berbentuk deskripsi kata-kata. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini diambil dari buku Antologi Cerita Rakyat Batu Bara tahun 2015. Dari hasil analisis cerita Legenda Siti Payung ditemukan 5 nilai budaya yaitu 1. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan sikap berdoa 2. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam yaitu sikap menjaga lingkungan. 3. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat yaitu sikap patriotis membela yang benar. 4. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan manusia lain yaitu sikap sopan dalam berkomunikasi menenangkan hati lawan bicaranya. , 5. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan diri sendiri yaitu kegigihan diri.
ANALISIS RETORIKA DAN STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN PRABOWO PADA SIDANG TAHUNAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT (MPR) 2025 Putri Utami; Dedy Rahmad Sitinjak; Irwan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/rmsse591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk retorika dan strategi komunikasi politik dalam Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Tahun 2025. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis retorika Aristotelian yang berfokus pada tiga pilar persuasi, yaitu ethos, pathos, dan logos, serta lima prinsip retorika klasik (inventio, dispositio, elocutio, memoria, dan actio). Analisis juga diperkaya dengan perspektif strategi komunikasi politik modern melalui model Lasswell, framing, dan agenda-setting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur logos mendominasi pidato dengan persentase 38,9%, diikuti pathos (33,3%) dan ethos (27,8%). Hal ini menandakan orientasi rasional dan faktual dalam penyampaian pesan politik. Sementara itu, prinsip retorika yang paling menonjol adalah dispositio dan actio, yang menggambarkan struktur pidato yang sistematis dan penyampaian yang ekspresif. Strategi komunikasi Prabowo juga menunjukkan pengelolaan citra melalui bahasa nasionalistik dan simbol kebangsaan untuk memperkuat legitimasi pemerintahan baru. Dengan demikian, pidato kenegaraan ini bukan hanya sarana informatif, tetapi juga performatif, di mana bahasa digunakan sebagai alat politik untuk membangun kepercayaan, memengaruhi opini publik, dan mengokohkan citra kepemimpinan nasional di era politik digital.
ANALISIS KOHESI GRAMATIKAL KONJUNGSI DALAM WACANA PIDATO PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO SIDANG MAJELIS UMUM PBB KE-80 Siti Lubis; Dedy Rahmad Sitinjak; Rozana Mulyani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/p7wdr989

Abstract

Penelitian ini menganalisis kohesi gramatikal jenis konjungsi dalam wacana Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Majelis Umum PBB ke-80. Pidato ini dikaji menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan empat jenis konjungsi: Aditif, Kausal, Temporal, dan Adversatif. Hasil analisis menunjukkan ditemukannya sekitar 74 konjungsi dalam pidato tersebut. Konjungsi Aditif (dan, serta) merupakan jenis yang paling dominan, menyumbang lebih dari 77% dari total keseluruhan. Dominasi ini merefleksikan strategi kebahasaan pembicara yang berfokus pada penggabungan serangkaian nilai, tujuan, dan komitmen Indonesia secara komprehensif. Sementara itu, Konjungsi Adversatif (melainkan, tetapi) digunakan secara strategis untuk menegaskan posisi kontras, seperti menolak elitisme dan mempromosikan universalitas hak. Penggunaan konjungsi Kausal dan Temporal turut memperkuat alur logis pidato dengan menyajikan hubungan sebab-akibat serta kontinuitas waktu kebijakan. Disimpulkan bahwa penggunaan konjungsi yang dominan dan bervariasi sangat esensial dalam menciptakan kohesi yang kuat, sehingga wacana diplomatik tersebut tersampaikan secara efektif, logis, dan terpadu.
Kohesi Gramatikal Dan Leksikal Dalam Wacana Pemberitaan Prestasi Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Di Media Daring Ajeng Kinasih; Dedy Rahmad Sitinjak; Mardiah Mawar Kembaren
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kohesi gramatikal dan leksikal merupakan elemen penting dalam membangun keterpaduan wacana, termasuk pada berita daring yang memuat prestasi mahasiswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya studi yang secara spesifik menganalisis strategi kohesi dalam wacana berita prestasi mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), padahal berita tersebut memuat informasi kompleks yang memerlukan kesinambungan agar mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan kohesi gramatikal dan leksikal dalam wacana berita daring mengenai prestasi mahasiswa USU, termasuk jenis kohesi yang dominan dan fungsinya dalam menjaga alur informasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana; data diperoleh melalui purposive sampling dari artikel berita resmi USU dan portal berita nasional yang memuat prestasi mahasiswa. Analisis difokuskan pada unsur kohesi gramatikal (referensi, substitusi, elipsis, konjungsi) dan kohesi leksikal (repetisi, sinonimi, kolokasi, hiponimi), kemudian dideskripsikan fungsi masing-masing unsur dalam membangun keterpaduan teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis kohesi digunakan secara efektif untuk mempertahankan kesinambungan narasi, menekankan informasi kunci, dan mempermudah pembaca memahami capaian mahasiswa. Kombinasi strategi kohesi gramatikal dan leksikal ini juga memperkuat identitas akademik dan reputasi universitas dalam berita daring.