Perkembangan media sosial mengubah cara mahasiswa mengakses dan memaknai pengetahuan, termasuk dalam pembelajaran psikologi. TikTok menjadi media pembelajaran informal yang menyediakan konten singkat dan visual sehingga banyak dimanfaatkan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa Psikologi memaknai kuasa pengetahuan dalam konten edukasi psikologi di TikTok. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi dengan delapan mahasiswa Psikologi UIN Walisongo yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Mahasiswa menunjukkan sikap kritis dalam menilai kredibilitas konten, terutama dengan melihat latar belakang kreator dan kesesuaian informasi dengan teori yang mereka pelajari, Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memposisikan TikTok sebagai pelengkap pembelajaran untuk memahami konsep secara ringkas dan mudah diakses. Kredibilitas konten dinilai melalui latar belakang kreator, penggunaan teori, dan kesesuaian dengan materi akademik. Mahasiswa menyadari risiko penyederhanaan dan potensi misinformasi, serta mengakui bahwa algoritma TikTok membentuk paparan informasi dan menciptakan filter bubble yang mempengaruhi persepsi suatu isu psikologi.
Copyrights © 2025