Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan tinjauan pustaka. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku belajar, kedisiplinan, serta kemampuan peserta didik dalam memahami nilai-nilai Pancasila. Pola asuh demokratis yang ditandai dengan komunikasi terbuka, dukungan emosional, serta pengawasan belajar yang konsisten mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi anak dalam pembelajaran. Sebaliknya, pola asuh permisif atau kurang tegas berdampak pada rendahnya kedisiplinan, lemahnya kontrol diri, serta berkurangnya kesadaran anak terhadap kewajiban sekolah. Motivasi orang tua, baik melalui penguatan verbal, teladan, maupun penyediaan fasilitas belajar, juga terbukti memperkuat proses internalisasi nilai moral dan sosial yang diajarkan dalam Pendidikan Pancasila. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran Pancasila tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada keterlibatan aktif keluarga sebagai lingkungan pendidikan utama.
Copyrights © 2025