Penelitian ini menganalisis resepsi komunikasi gender dalam penggunaan skincare di kalangan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura. Komunikasi gender dalam iklan skincare memainkan peran penting dalam membentuk persepsi dan perilaku mahasiswa. Menggunakan Teori Resepsi Stuart Hall dan analisis konten kualitatif, penelitian ini mengkaji bagaimana mahasiswa meresepsi pesan-pesan gender dari iklan skincare yang sering memperkuat stereotip perempuan sebagai pengguna utama dan laki-laki sebagai pengguna yang kurang umum atau "tidak maskulin". Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara dengan 10 mahasiswa (60% perempuan, 40% laki-laki) berusia 18-24 tahun. Temuan menunjukkan tiga pola resepsi: pembacaan dominan (5 responden menerima standar kecantikan), pembacaan negosiasi (3 responden menggunakan skincare dengan cara sendiri), dan pembacaan oposisi (2 responden menolak stereotip gender). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa resepsi komunikasi gender ini memperkuat norma gender yang merugikan, dengan 75% responden perempuan melaporkan penggunaan skincare rutin dibandingkan hanya 30% responden laki-laki. Penelitian ini merekomendasikan pendidikan gender-sensitif di kampus untuk mempromosikan penggunaan skincare sebagai praktik netral gender.
Copyrights © 2025