Cerpen “Klik yang Membunuh” karya Taufiqurohman merupakan representasi fiksi kontemporer yang memotret persoalan etika, kontrol algoritmik, dan kerentanan moral generasi muda dalam ekosistem digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur intrinsik dan pesan moral dalam cerpen tersebut melalui perpaduan pendekatan struktural dan pendekatan moral. Analisis struktural digunakan untuk memetakan unsur alur, tokoh, latar, sudut pandang, serta konflik yang membangun keutuhan cerita. Sementara itu, pendekatan moral merujuk pada pandangan Wellek & Warren tentang relasi karya sastra dan nilai kehidupan serta teori moral dalam fiksi menurut Nurgiyantoro. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pembacaan mendalam terhadap teks cerpen serta komparasi temuan dengan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini dibangun melalui alur maju dengan intensitas konflik meningkat secara bertahap, menempatkan tokoh utama sebagai subjek terperangkap dalam dominasi sistem algoritmik yang mengancam integritas moralnya. Pesan moral utama cerita menyoroti bahaya penyerahan diri secara pasif kepada teknologi tanpa kesadaran etis, pentingnya otonomi moral dalam mengambil keputusan, serta kritik terhadap praktik dehumanisasi melalui manipulasi data. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian prosa fiksi Indonesia kontemporer dan menjadi rujukan dalam memahami relasi antara struktur cerita dan pesan moral pada karya sastra bertema teknologi.
Copyrights © 2025