Penelitian ini menganalisis kohesi gramatikal jenis konjungsi dalam wacana Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Majelis Umum PBB ke-80. Pidato ini dikaji menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan empat jenis konjungsi: Aditif, Kausal, Temporal, dan Adversatif. Hasil analisis menunjukkan ditemukannya sekitar 74 konjungsi dalam pidato tersebut. Konjungsi Aditif (dan, serta) merupakan jenis yang paling dominan, menyumbang lebih dari 77% dari total keseluruhan. Dominasi ini merefleksikan strategi kebahasaan pembicara yang berfokus pada penggabungan serangkaian nilai, tujuan, dan komitmen Indonesia secara komprehensif. Sementara itu, Konjungsi Adversatif (melainkan, tetapi) digunakan secara strategis untuk menegaskan posisi kontras, seperti menolak elitisme dan mempromosikan universalitas hak. Penggunaan konjungsi Kausal dan Temporal turut memperkuat alur logis pidato dengan menyajikan hubungan sebab-akibat serta kontinuitas waktu kebijakan. Disimpulkan bahwa penggunaan konjungsi yang dominan dan bervariasi sangat esensial dalam menciptakan kohesi yang kuat, sehingga wacana diplomatik tersebut tersampaikan secara efektif, logis, dan terpadu.
Copyrights © 2025