Teori peluang memiliki peranan yang sangat penting dalam analisis data, khususnya dalam upaya pengendalian kualitas produk pada proses produksi. Penerapan teori ini membantu perusahaan dalam mengidentifikasi pola terjadinya cacat, memperkirakan besarnya kemungkinan kerusakan, serta menjaga kestabilan proses produksi agar tetap sesuai standar. Dalam penelitian yang dijadikan rujukan, pengendalian kualitas dilakukan dengan mengombinasikan metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Kedua metode tersebut digunakan untuk mengetahui jenis cacat yang paling sering terjadi beserta faktor penyebabnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa cacat yang paling krusial meliputi lampu sen yang tidak menyala, kaca yang mengalami retak, serta kepala kabel yang mengalami cacat. Di antara ketiganya, cacat pada kepala kabel memiliki nilai risiko paling tinggi. Oleh karena itu, diperlukan langkah perbaikan segera, seperti penyempurnaan metode kerja, peningkatan ketelitian operator, serta pelaksanaan perawatan mesin secara berkala. Secara umum, penelitian ini membuktikan bahwa teori peluang sangat efektif dalam memahami kecenderungan kecacatan, memprediksi potensi kerusakan, dan merancang strategi peningkatan kualitas produk agar lebih konsisten dan minim cacat.
Copyrights © 2025