Dalam era digital yang semakin maju, media sosial dan platform digital berperan penting dalam menyebarkan pengetahuan serta meningkatkan minat publik terhadap ilmu falak dan astronomi Islam. Ilmu falak, yang mempelajari pergerakan benda langit untuk menentukan waktu ibadah, arah kiblat, dan kalender Hijriah, kini kembali menarik perhatian generasi muda melalui Instagram, X (Twitter), TikTok, YouTube, serta berbagai aplikasi dan situs edukatif berbasis Islam. Studi pustaka ini menganalisis bagaimana media sosial berperan dalam mendemokratisasi akses informasi, membentuk komunitas virtual, dan melawan misinformasi seperti mitos bumi datar yang sering menyebar secara masif di ruang digital. Dengan memadukan perspektif historis, kontemporer, dan etika Islam, penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi komunikasi modern secara bijak dapat memperkuat moderasi beragama, rasionalitas ilmiah, serta semangat keilmuan berbasis nilai-nilai Islam. Selain itu, dakwah digital menjadi sarana strategis untuk meningkatkan literasi ilmiah, kesadaran spiritual, dan keterlibatan publik dalam kajian keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan konten digital yang autentik, kontekstual, dan berbasis riset sangat diperlukan agar ilmu falak dan astronomi Islam tetap relevan, inklusif, dan mampu menjembatani warisan keilmuan klasik dengan tantangan era modern. Pendekatan ini juga diharapkan dapat mendorong terciptanya masyarakat Muslim yang kritis, inovatif, moderat, dan berdaya saing global.
Copyrights © 2025