Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam mengelola risiko operasional lembaga pendidikan melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Di era digital yang ditandai dengan perubahan cepat dan kompleksitas pengelolaan organisasi, sekolah menghadapi berbagai tantangan operasional yang berpotensi mengganggu kelancaran proses pendidikan. Risiko-risiko tersebut dapat muncul dari berbagai aspek, seperti kesalahan administrasi, ketidakteraturan pengelolaan keuangan, kerusakan sarana dan prasarana, permasalahan sumber daya manusia, hingga kegagalan pemanfaatan teknologi informasi. Apabila tidak dikelola dengan baik, risiko operasional dapat berdampak pada menurunnya kualitas layanan pendidikan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur terhadap publikasi ilmiah nasional yang relevan dalam rentang tahun 2022–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam manajemen risiko operasional, yaitu sebagai perencana, pengorganisasi, pengendali, dan evaluator kebijakan sekolah. Kepala sekolah dituntut untuk memiliki kemampuan manajerial yang baik guna mengidentifikasi potensi risiko sejak dini serta merumuskan langkah-langkah mitigasi yang tepat. Manajemen risiko operasional yang efektif terbukti mampu meningkatkan produktivitas, akuntabilitas, serta mutu layanan pendidikan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi manajerial dan peningkatan kesadaran kepala sekolah terhadap pentingnya manajemen risiko menjadi faktor kunci dalam membangun organisasi sekolah yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025