Penerapan manajemen risiko dalam perencanaan dan evaluasi program pendidikan menjadi semakin krusial untuk menjamin keberlanjutan dan kemampuan adaptasi lembaga pendidikan. Penelitian ini mengkaji kerangka konseptual dan implementasi praktis manajemen risiko dalam tata kelola pendidikan di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan kualitatif, penelitian ini menganalisis literatur dari sumber nasional dan internasional termasuk UNESCO, World Bank, OECD, dan dokumen Kementerian Pendidikan Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa integrasi manajemen risiko secara sistematis memungkinkan lembaga pendidikan untuk secara proaktif menghadapi ketidakpastian seperti bencana alam, pandemi, dan keterbatasan anggaran. Penelitian ini mengidentifikasi langkah-langkah implementasi kunci meliputi identifikasi risiko, analisis, strategi mitigasi, dan integrasi ke dalam dokumen perencanaan. Penelitian ini menggunakan standar ISO 31000:2018 sebagai landasan teoritis untuk menganalisis praktik manajemen risiko dalam konteks pendidikan. Hambatan implementasi mencakup pemahaman konsep manajemen risiko yang belum memadai di kalangan tenaga pendidik, keterbatasan sumber daya finansial untuk program mitigasi, dan dukungan kebijakan yang masih terbatas di tingkat institusional. Penelitian merekomendasikan program peningkatan kapasitas yang komprehensif, pengembangan instrumen perencanaan yang sensitif terhadap risiko, dan penguatan kerangka kebijakan untuk mendukung manajemen risiko sistematis di lembaga pendidikan. Namun demikian, tantangan signifikan masih ada, khususnya dalam kapasitas teknis, keterbatasan anggaran, dan budaya organisasi. Penelitian ini berkontribusi pada literatur administrasi pendidikan dengan menyediakan kerangka komprehensif untuk membangun sistem pendidikan yang tangguh melalui pendekatan perencanaan dan evaluasi berbasis risiko.
Copyrights © 2025